Breaking News:

Kisah Sopir Truk Trailer Jadi Korban Premanisme Lempar Batu di Jalanan Sidoarjo

Warga asal Pare, Kediri mengalami insiden penyerangan pecah kaca dilakukan preman, saat melintas di kawasan Jalan Raya Surabaya-Malang Krian, Sidoarjo

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/Luhur Pambudi
Kondisi truk trailer hino warna hijau yang dikemudikan Sunarso (42) warga Pare, Kediri, Jatim pascadilempar batu 

Reporter : Luhur Pambudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selain pungutan liar (pungli) dan pemalakan, aksi premanisme yang acap menimpa para sopir truk sebagai korbannya, adalah aksi pecah kaca kendaraan.

Pengerusakan dengan cara tersebut, acap menjadi awal mula aksi premanisme yang terkadang dilakukan secara berkelompok dalam sebuah komplotan pelaku kejahatan.

Pengalaman menjadi korban premanisme berbentuk aksi pengerusakan pecah kaca semacam itu, pernah dialami oleh Sunarso (42), sopir truk trailer muatan peti kemas di sebuah pabrik di Kota Surabaya.

Warga asal Pare, Kediri itu pernah mengalami insiden penyerangan pecah kaca yang dilakukan preman, saat melintas di kawasan Jalan Raya Surabaya-Malang, Patoman, Bringinbendo, Krian, Sidoarjo.

Ceritanya, insiden itu terjadi saat dirinya mengemudikan truk trailer merek Hino dengan kabin warna hijau, hendak mengambil muatan peti kemas di Nganjuk, sekitar pukul 00.00 WIB, pada Kamis (17/9/2020) silam.

Sebuah batu berdiameter ukuran dua kali kepalan tangan orang dewasa, mendadak menghantam kaca bagian depan truknya hingga pecah.

"Ukuran batu lebih besar dari kepalan tangan. Batunya pun saya bawa pulang. Itu batu seperti batu kali," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Peras Sopir Truk, 9 Preman Diringkus Satreskrim Polres Kediri

Batu tersebut tidak langsung mengenai anggota tubuh ataupun wajahnya. Hanya saja serpihan kristal dari pecahan kaca yang sempat beterbangan di ruang kabin kemudi, sempat mengenai matanya hingga terluka.

Akibatnya, mata Sunarso sempat mengalami bengkak, dan membutuhkan kurun waktu tiga hari untuk menjalani tahap penyembuhan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved