Breaking News:

Berita Lumajang

Kasus Positif Covid-19 Naik, Stok Plasma Konvalesen di Lumajang Mulai Kosong

Kasus positif Covid-19 naik, stok plasma konvalesen di Lumajang mulai kosong, PMI: pemasukan tidak imbang dengan pengeluaran.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
ILUSTRASI - Personel Polres Bondowoso tengah mengikuti screening kelayakan plasma darah, sebelum bisa melakukan donor plasma konvalesen, Kamis (21/1/2021). 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Plasma konvalesen masih sangat dibutuhkan untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19 (virus Corona).

Namun banyaknya pasien membuat UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Lumajang kesulitan menjaga stok plasma konvalesen. Bahkan kini stoknya telah kosong.

Hal itu diungkapkan Manager Kualitas UTD PMI Lumajang, Anis Mufarida pada Senin (28/6/2021).

"Di Lumajang pemasukan tidak imbang dengan pengeluaran, jadi stok plasma konvalesen tidak imbang dengan permintaan yang semakin hari makin banyak," kata Anis.

Anis mengungkapkan, kekosongan itu terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tepatnya, semenjak Lumajang menjadi zona oranye.

"Stop plasma konvalesen sampe hari ini kosong untuk semua golongan darah, baik A, B, AB dan O," ujarnya.

Anis membeberkan, kelangkaan itu terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya tidak semua tubuh penyintas membentuk antibodi 1 banding 320. Sehingga proses pengambilan plasma konvalesen tidak bisa dilakukan.

"Kayak kemarin kami kan ada kerja sama dengan Polres Lumajang. Penyintas di sana ada 12 orang, kami screening ulang bagaimana antibodi mereka apakah masih sesuai syarat. Ternyata dari 12 orang setelah kami screening yang lolos ada 10," terangnya.

Baca juga: Harga Pasir Naik, Aktivitas Pertambangan Pasir di Lumajang Akan Kembali Berjalan

Menyikapi kelangkaan itu, pihaknya terus melakukan jemput bola kepada para penyintas. Mereka diminta untuk berkenan membantu masyarakat yang masih berjuang melawan virus Corona.

"Kita ada calon pendonor yang kami panggil kembali untuk donor plasma. Tapi, itu masih proses screening bisa lolos atau tidak, tapi yang penting berkenan datang dulu," ujarnya.

Sedangkan langkah lain, pihaknya juga menjalin koordinasi dengan UTD PMI lain agar para penyintas bersedia melakukan donor plasma.

"Kami imbau kepada para penyintas untuk mau mendonorkan plasma konvalesennya sambil kami jaring penyintas dari UTD PMI lain yang masih satu jejaring seperti Bondowoso, Jember, Situbondo," pungkasnya.

Berita tentang Lumajang

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved