Breaking News:

Berita Gresik

Dianggap Mengganggu, Warga Manyar Gresik Ramai-ramai Pindahkan Separato Yang Ada di Tengah Jalan

Warga Desa Manyar komplek Kecamatan Manyar, kerja bakti membongkar separator yang ada di median jalan Raya Manyar, Selasa (29/6/2021). Warga meminta

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar Adi Sagita
Istimewa/TribunJatim.com
Warga Manyar Gresik Ramai-ramai bongkar separator 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Sugiyono 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga Desa Manyar komplek Kecamatan Manyar, kerja bakti membongkar separator yang ada di median jalan Raya Manyar, Selasa (29/6/2021). Warga meminta separator tersebut disingkirkan, sebab menyusahkan warga untuk menyeberang.

Aksi kerja bakti tersebut disampaikan kepada seluruh  warga di tiga Desa Kecamatan Manyar. Yaitu Desa Manyarejo, Sidomukti dan Sidorukun. Kerja bakti dimulai pukul 15.30 WIB atau setelah sholat ashar. 

Secara suka rela, warga Manyar dari tiga desa tersebut datang ke simpang empat tugu Manyar untuk memindahkan separator yang dari beton dan plastik. Awalnya, sebuah forklift digunakan untuk memindahkan separator dari beton. Namun, belum semuanya selesai, forklift tersebut sudah dipulangkan. 

Sementara, warga masih protes terhadap jajaran Muspika, sebab tidak semua separator dipindahkan ke tepi jalan.  Akhirnya, secara gotong royong separator dari beton tersebut didorong ke tepi jalan. 

Akibat banyaknya masyarakat yang mengikuti kerja bakti tersebut, sehingga terjadi pengumpulan massa yang sangat banyak. Dampaknya, kemacetan arus lalu lintas hingga satu kilo lebih sepanjang jalan Raya Manyar. Terutama di pintu Tol Manyar juga ikut macet.

"Rapat tiga desa dilakukan secara mendadak. Sebab, warga sudah jenuh dengan kebaradaan separator tersebut," kata Kepala Desa Manyar sidomukti, Akhmad Khasin. 

Selain itu, akibat pemasangan sparator tersebut juga mengakibatkan sering kecelakaan. "Akibat dipasang separator ini sering terjadi kecelakaan," imbuhnya. 

Sementara Gus Muid, mengatakan, adanya separator ini sebagai pemisah warga antara warga Manyar komplek dengan warga Manyar lainnya. Sebab, warga harus mutar-mutar untuk melintas di simpang empat jalan Raya Manyar. Padahal, penyebab kemacetan bukan warga yang melintas, tapi karena banyaknya kendaraan. 

"Selama ini, masyarakat yang disalahkan penyebab kemacetan. Dan adanya median jalan ini seolah-seolah warga Manyar tidak boleh keluar. Ini kan menimbulkan masalah," kata Gus Muid. 

Baca juga: Pastikan Kesiapan Layanan Penanganan Pasien, Emil Dardak Tinjau RS Lapangan Ijen Malang

Sementara Camat Mengatakan, Mohamad Nadlelah, mengatakan, pemasangan separator ini untuk mengurangi kemacetan. "Kalau warga ini keberatan, nanti akan dikali ulang di Kabupaten," kata Nadlelah. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved