Menu Diet
5 Buah Ampuh Turunkan Berat Badan secara Alami, Cocok Dikonsumsi saat Jalani Diet
Ingin memiliki tubuh langsing dan sehat atau sedang diet menurunkan berat badan? Konsumsi 5 buah berikut yang bisa membantu menurunkan berat.
Di samping itu, penelitian juga menyimpulkan orang yang makan alpukat setiap hari akan mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari, sehingga memicu penurunan berat badan.
Satu buah alpukat mengandung 7 gram serat makanan atau 27 persen dari jumlah harian yang direkomendasikan (setidaknya 25 gram untuk wanita 38 gram untuk pria).
Untuk hasil terbaik penurunan berat badan, cobalah makan alpukat di pagi hari agar kita merasa lebih kenyang dan menghindari keinginan ngemil.
Baca juga: 3 Tips Diet Noom atau Psikologi Perilaku agar Berat Badan Turun Cepat dan Efektif, Simak!
3. Jambu biji
Jambu biji memiliki rasa seperti persilangan antara stroberi dan pir, dengan rasa manis yang halus dan tajam. Jambu biji juga memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta dapat menurunkan berat badan.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh National Library of Medicine mengevaluasi efek suplementasi buah jambu biji matang pada glukosa darah dan lipid pada orang sehat.
Para peneliti menemukan bahwa suplementasi buah jambu biji matang dengan kulitnya mengurangi indeks massa tubuh (BMI), serta tekanan darah.
Studi tersebut juga menyimpulkan kalau jambu biji tanpa kulit lebih efektif dalam menurunkan gula darah serta kolesterol total serum, trigliserida, LDL, dan meningkatkan kadar HDL.
Baca juga: Resep Diet Rendah Karbohidrat Pemula agar Berat Badan Turun Cepat, Cermati Jumlah Kalori Per Hari
4. Pepaya
Pepaya adalah salah satu buah tropis dengan jumlah serat yang tinggi, total 3 gram per satu buah kecil.
Diet tinggi serat telah dikaitkan dengan penurunan berat badan karena kalori dilepaskan ke dalam aliran darah secara stabil dan menjaga gula darah tetap rendah.
Sehingga, kita tidak lagi menyimpan lemak, tetapi membakar energi selama beberapa jam berikutnya.
Pepaya juga telah terbukti dapat mengurangi berat jaringan adiposa, yang merupakan lemak perut, serta memungkinkan simpanan lemak menyusut.
Menurut sebuah penelitian, ketika tubuh kehilangan berat badan, simpanan energi dimobilisasi dari adiposit, dan adiposit menjadi lebih kecil.
"Hipertrofi adiposit dikaitkan dengan peningkatan stres, penurunan fleksibilitas metabolisme, dan diabetes sistemik," terang penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/diet.jpg)