Berita Malang
Kondisi IGD di RS Rujukan Covid-19 Wilayah Kabupaten Malang Terkini
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mengkonfirmasi kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayahnya tengah sibuk merawat pasien corona.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
Laporan wartawan TribunJatim Network, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mengkonfirmasi kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayahnya tengah sibuk merawat pasien corona.
Kesibukan tinggi dalam merawat pasien Covid-19 terjadi sejak 6 Juli 2021 lalu.
"Sejak 6 Juli 2021, Malang Raya memang zonanya sudah merah. Indikatornya berdasarkan data dari bed occupancy rate atau keterpakaian tempat tidur Covid-19. Untuk ICU Covid-19 kita sudah (terpakai) di atas 90 persen, untuk (ruang) isolasi Covid-19 kita sudah 75-76 persen,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi.
Arbani menganalisa, wilayah yang berbatasan dengan Kota Malang terpantau mengalami lonjakan pasien positif Covid-19 cukup signifikan di Kabupaten Malang.
“Paling banyak berasal daerah-daerah perkotaan atau kecamatan-kecamatan yang agak dekat dengan perkotaan seperti Singosari, Lawang, Pakis, Karangploso, Dau, Kepanjen,” terang Arbani.
Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menambah tempat tidur untuk melayani pasien Covid-19.
Dinkes Kabupaten Malang telah belanja kurang lebih 100 tempat tidur untuk membantu rumah sakit.
Tak hanya itu, Dinkes juga belanja alat-alat kesehatan utamanya alat bantu nafas seperti High and Flow Nasal Cannula Ventilator Plus Ventilator.
Selain itu, penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang juga dihadapkan pada tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas.
"Sehingga kami sampaikan pada rumah sakit untuk melayani Covid-19 agar bisa displit (diatur) tenaga-tenaga kesehatan di rumah sakit supaya penanganan Covid-19 tetap bisa dimaksimalkan,” tutupnya.
Sementara itu, Pemkab Malang berencana mengfungsingkan gedung sekolah yang kosong untuk dijadikan safe house.
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan kebijakan tersebut akan diambil jika rumah sakit sudah sangat overload.
“Itu sebagai alternatif," beber Didik.
Safe house di tingkat kecamatan juga rencananya akan ditambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dinas-kesehatan-kabupaten-malang-drg-arbani-mukti-wibowo.jpg)