Universitas Negeri Malang Jadi Tuan Rumah AFRASIA, Perkuat Kerja Sama Riset Negara Berkembang
Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat perannya dalam pengembangan riset internasional dengan mendorong kolaborasi global selatan
Ringkasan Berita:
- UM menggelar forum AFRASIA untuk memperkuat kolaborasi riset global selatan
- Akademisi dari Malaysia, Tanzania, hingga Afrika Selatan turut terlibat
- Program kolaborasi internasional ini ditargetkan masuk tahap implementasi pada 2027
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat perannya dalam pengembangan riset internasional dengan mendorong kolaborasi global selatan melalui kegiatan Afrasia Programme Validation and Shareholders Strategic Engagement Workshop di Kota Malang, Rabu (6/5/2026).
Forum ini menjadi langkah strategis untuk mendorong riset lintas negara yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyatakan bahwa peran akademisi kini harus melampaui batas pengembangan ilmu semata.
“Sebagai bangsa dan intelektual, kita memiliki tanggung jawab agar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi benar-benar memberi dampak langsung. Selama ini, kerja sama negara-negara selatan masih tertinggal dibandingkan negara utara. Karena itu, forum ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi selatan-selatan agar lebih maju dan setara,” ujarnya.
Baca juga: UM Malang Terapkan Smart Gate Parkir, Akses Masuk Terintegrasi dengan KTM dan Kartu Pegawai
Libatkan Akademisi dari Asia dan Afrika
Menghimpun kekuatan global, workshop ini menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, seperti Malaysia, Tanzania, dan Afrika Selatan. Kolaborasi ini juga terhubung dengan International Science and Technology Innovation Centre (ISTIC) di bawah UNESCO, yang berperan mengoordinasikan program sains dan teknologi antarnegara berkembang. Ke depan, jejaring ini ditargetkan meluas ke lebih banyak negara dalam skema kerja sama global selatan.
Pada kegiatan ini turut hadir Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. sebagai Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang). Dr. Fauzan mengapresiasi UM yang menjadi tuan rumah kegiatan AFRASIA.
Dalam sambutannya, Dr. Fauzan menyoroti bahwa kolaborasi South-South kini bukan lagi sekadar peluang, melainkan kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan global.
“Kolaborasi Selatan-Selatan bukan lagi sekadar kemungkinan teknis, melainkan sebuah kebutuhan,” ujarnya.
Baca juga: UM Malang Catatkan Prestasi Luar Biasa di Ajang POMPROV III 2025, Raih 97 Medali, Jadi Runner UP
Fokus pada Kesehatan, Air, dan Energi
Dr. Fauzan menjelaskan bahwa kerja sama lintas negara ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan solusi yang adaptif dan relevan, mulai dari isu ketahanan iklim, energi terbarukan, hingga penguatan sistem kesehatan.
Lebih lanjut, Fauzan menekankan bahwa riset dan inovasi tidak boleh berhenti pada publikasi semata, tetapi harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami memprioritaskan inovasi yang dapat dikembangkan secara luas serta memiliki jalur nyata untuk memberikan dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., mengungkapkan bahwa Afrasia merupakan inisiatif baru yang mulai dirintis sejak tahun lalu dan kini memasuki tahap konkret.
“Tiga isu utama yang disepakati adalah kesehatan, air, dan energi karena merupakan kebutuhan mendasar di setiap negara. Riset harus multidisiplin, tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membawa perubahan sosial yang nyata,” jelasnya.
Memperkuat posisi strategis, UM juga menegaskan keterlibatannya dalam working package kolaborasi bersama Universiti Teknologi Malaysia serta aliansi Global South Research University Alliance (GSRUA). Kedua platform ini menjadi pilar penting dalam menopang keberlanjutan program Afrasia.
Mengarah pada implementasi, program ini dijadwalkan memasuki tahap eksekusi pada 2027 melalui skema kompetisi riset di puluhan negara mitra.
Universitas Negeri Malang (UM)
UM Malang
Asia
Afrika
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Sosok AKBP Saharudin, Perwira Polda Kalsel yang Tak Terima Ditegur karena Merokok Sambil Nyetir |
|
|---|
| Breaking News, Kiai Cabul Ashari Ditangkap di Wonogiri, Foto dan Tampangnya Beredar |
|
|---|
| Harga Tiket Piala Dunia 2026 Rp 34,7 Miliar, Presiden FIFA Sebut Wajar: Kita Berada di Pasar Hiburan |
|
|---|
| Polisi Ikut Perbaiki dan Bangun 7 Jembatan untuk Bantu Akses Masyarakat di Bondowoso |
|
|---|
| Perang Iran vs Amerika Mereda, Kini Giliran Perompak Somalia yang Beraksi, WNI Pernah Jadi Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Universitas-Negeri-Malang-UM-kolaborasi-global.jpg)