Breaking News:

Berita Gresik

Terbukti Langgar PPKM Darurat, Rumah Makan Bakso diberi Teguran Keras

Satgas Covid-19 Manyar, menegur keras sebuah kedai bakso di Jalan Kalimantan perumahan GKB, Desa Yosowilangun. Lantaran tetap membuka layanan makan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Satgas Covid-19 Manyar Beri teguran angkat kursi agar patuh PPKM darurat, Rabu (14/7/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNATIM.COM, GRESIK -  Satgas Covid-19 Manyar, menegur keras sebuah kedai bakso di Jalan Kalimantan perumahan GKB, Desa Yosowilangun. Lantaran tetap membuka layanan makan di tempat, Rabu (14/7/2021).

Sedangkan sesuai aturan, seluruh rumah makan, warung dan restoran dilarang membuka layanan makan ditempat selama penerepan PPKM Darurat.

Kedai bakso itu kepergok langsung Forkopimcam Manyar ketika melakukan operasi yustisi. Petugas mendapati aktivitas makan ditempat yang tidak diperbolehkan selama PPKM Darurat tersebut

Camat Manyar Moh. Nadlelah, didampingi Danramil 0817/06 Kapten Inf Imam Suudi, Waka Polsek Ipda Saekan, dan Kades Yosowilangun melihat langsung masih melayani makan ditempat. Seharusnya kedai bakso itu melayani take away atau pesan makan dibawa pulang.

"Oleh karena itu semua kursi harus ditaruh diatas dan tidak boleh menyediakan makan ditempat. Kalau masih melanggar lagi akan ditutup dan pemilik akan dibawa ke Sat Pol PP Kabupaten untuk diproses hukum," ujarnya, Rabu (14/7/2021).

Nadlelah menuturkan selama PPKM Darurat di Kota Santri, jual beli makanan dan minuman hanya diperbolehkan pesan bawa pulang atau take away. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan.

Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui apolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana menegaskan, selama PPKM Darurat satgas gencar turun lapangan menertibkan baik siang maupun malam.

"Tindakan itu dilakukan demi memberikan pemahaman sekaligus sanksi bagi pelanggar sebagai efek jera," ujarnya.

Pihaknya berharap masyarakat sadar dan patuh dengan sendirinya disiplin menerapkan protokol kesehatan tanpa harus ada pengawasan.

Bahkan melalui jargon Gresik Jaman Now, angan kemana-mana nang omah wae. Masyarakat Gresik diminta untuk mengurangi mobilitas ke luar rumah untik keperluan yang tidak terlalu penting.

Gerakan yang dipelopori oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, apabila dikolaborasikan dengan PPKM Darurat diyakini mampu menurunkan kasus Covid-19.

Baca juga: Tuban Kembali Zona Merah di Tengah PPKM Darurat, Terungkap Penyebabnya

Pihaknya mengaku, bersama instansi terkait tidak segan-segan menindak tegas pelanggar PPKM Darurat.

"Disiplin Protokol kesehatan tidak boleh ditawar-tawar, bersama-sama kita bersinergi mematuhi aturan selama PPKM darurat," tutupnya. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved