Breaking News:

200 Fasilitator Disiapkan untuk Mendukung Pencegahan Bullying di Sekolah pada Enam Provinsi di Jawa

Sebanyak 200 fasilitator disiapkan untuk mendukung pencegahan bullying di sekolah pada enam Provinsi di Jawa lewat program khusus.

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/istimewa
Pelatihan bagi 200 calon Fasilitator untuk Replikasi Program ROOTS yang digelar Yayasan PLATO bersama Yayasan Setara dan LPA Klaten yang didukung UNICEF Indonesia, Jumat (16/7/2021). 

Bahkan, selama pandemi Covid-19 aksi perundungan juga masih terjadi di ruang-ruang digital. Butuh percepatan penanganan bullying untuk menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman dan bersahabat.

Pencegahan perundungan juga menjadi salah satu fokus program nasional untuk pencegahan dan penanggulangan kekerasan pada anak, sebagaimana tercantum pada RPJMN 2020-2024 serta Permendikbud 82/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

“Pencegahan kekerasan juga menjadi salah satu nilai yang didorong dalam upaya penguatan karakter siswa didik melalui promosi profil Pelajar Pancasila. Dalam Permendikbud 82/2015 tercantum peran satuan pendidikan (sekolah) dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan di satuan pendidikan, beberapa di antaranya adalah melaksanakan kegiatan pencegahan,” ungkapnya.

Untuk membangun sistem pencegahan perundungan, pola kolaborasi dilakukan dengan menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, LSM dan media untuk bersama-sama berjuang menghapus perundungan di dunia pendidikan.

Program Manager Yayasan Plato, Niken Agus Tianingrum menambahkan, pelatihan calon Fasilitator Nasional ini diselenggarakan secara daring pada 14-16 Juli untuk gelombang I dan pada tanggal 17-19 Juli untuk gelombang II.

Sebanyak 200 peserta dari enam provinsi mengikuti pelatihan ini.

Selanjutnya, katanya, mereka akan dipilih 50 orang Fasilitator Nasional yang akan memfasilitasi pelatihan bagi Fasilitator Roots Daerah agar mampu memfasilitasi terbentuknya Agen Perubahan dan pelaksanaan Program Roots di sekolah.

Agen Perubahan inilah yang nantinya secara sistemik mengajak sebayanya agar menjadi pembela aktif untuk mencegah perundungan di sekolah.

“Dukungan teknis lainnya adalah penguatan koordinasi di tingkat provinsi dan pelatihan media kreatif bagi siswa dan pengembangan platform digital sebagai wadah konsultasi dan berbagi pengalaman terkait isu perundungan. Program ini diharapkan mampu meraih keberhasilan dalam menurunkan kasus perundungan di sekolah,” tegas Niken Agus Tianingrum. (*)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved