Apotek Online Lifepack

Ketahui Manfaat dan Efek Samping Minum Obat Hormon Pengatur Siklus Haid

Mengetahui manfaat dan efek samping meminum obat hormon pengatur siklus haid agar teratur. Berikut ini sejumlah jenis obat pelancar haid.

Editor: Dwi Prastika
Shutterstock by goffkein.pro
Efek samping minum obat hormon pengatur siklus haid. 

TRIBUNJATIM.COM - Siklus haid merupakan salah satu aspek penting bagi perempuan, terutama bagi yang sudah bersuami. Yakni sebagai penentu masa subur perempuan untuk program kehamilan.

Pemberian obat  hormon bertujuan untuk mengatur kembali siklus haid agar teratur. Namun hanya diberikan saat siklus haid mengganggu sistem reproduksi karena adanya efek samping minum obat hormon.

Jenis Obat Pelancar Haid

Sebelum konsumsi obat, ketahui terlebih dahulu penyebabnya dengan konsultasi ke dokter. Umumnya cara kerja obat sama seperti hormon FSH dan LH sebagai pemicu proses ovulasi. Selain memproduksi sel telur, juga membantu menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh.

1. Gonadotropin

Jenis obat hormon sintetis ini diberikan dengan cara disuntikkan ke dalam tubuh karena produksi hormon yang rendah. Berfungsi memicu ovarium agar lebih lancar melepaskan sel telur. Membantu mematangkan telur sehingga akan keluar saat ovulasi.

2. Pil KB

Penggunaan pil KB secara rutin selama 6 bulan mampu melancarkan siklus haid. Konsumsi ini dikarenakan hormon androgen berlebih, sehingga pil KB akan mengikatnya. Lebih tepatnya pil akan meningkatkan produksi globulin sebagai protein pengikat androgen.

3. Progestin

Hormon sintetis yang memiliki fungsi serupa dengan hormon progesteron. Progesteron sendiri berfungsi untuk memicu tubuh saat ingin melakukan pembuahan, pengendali hasrat seks hingga pengatur siklus bulanan.

Obat hormon ini akan membantu menyeimbangkan kadar estrogen. Memberikan dampak berupa perubahan berat badan, perubahan suasana mood, merasa mual dan muntah. Menyebabkan kram perut, hingga rasa nyeri yang dirasakan saat haid.

4. Serophene

Memiliki nama lain Clomiphene sebagai penghambat hormon estrogen. Pemblokiran estrogen menyebabkan berbagai hormon reproduksi untuk membuat ovarium melepaskan banyak sel telur. Sekitar 7 hari meminum dosis terakhir, mulai muncul ovulasi lalu siklus menjadi lebih lancar dan teratur. Tetap konsumsi obat sesuai dengan rekomendasi dari dokter.

5. Medroxyprogesterone

Sama seperti obat lainnya yang berfungsi sebagai penambah hormon progesteron dalam tubuh. Perbedaannya, obat ini hanya digunakan saat tubuh tidak bisa lagi memproduksi progesteron.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved