Apotek Online Lifepack

Ketahui Manfaat dan Efek Samping Minum Obat Hormon Pengatur Siklus Haid

Mengetahui manfaat dan efek samping meminum obat hormon pengatur siklus haid agar teratur. Berikut ini sejumlah jenis obat pelancar haid.

Tayang:
Editor: Dwi Prastika
Shutterstock by goffkein.pro
Efek samping minum obat hormon pengatur siklus haid. 

Lebih efektif mengatasi orang yang beberapa bulan tidak mengalami menstruasi sama sekali. Cara kerjanya dengan memutus pertumbuhan dinding rahim sekaligus memicu hormon di dalamnya. Meski tidak selalu berhasil menyembuhkan, tapi tetap bisa memperbaiki siklus haid.

Baca juga: Nyeri Saat Haid, Berbahayakah? Simak Penjelasan Penyebab Nyeri Menstruasi dan Cara Mengatasinya

Fungsi Obat Pengendali Menstruasi

Secara umum, fungsi obat hormon sebagai pengganti fungsi hormon yang terlibat saat menstruasi. Obat akan memperbaiki endometrium, ovulasi hingga penyerapan kalsium. Termasuk di dalamnya mempengaruhi ciri seksual sekunder seperti membesarnya payudara, pinggul dan kulit menjadi halus.

Ovarium mengatur jaringan endokrin dan pelepasan sel telur. Obat berpengaruh pada meningkatnya kadar FSH dan LH penyebab timbulnya folikel di permukaan ovarium. Proses ini awal dari persiapan ovulasi, atau pelepasan sel telur, atau yang lebih kita kenal sebagai menstruasi. Tumbuhnya folikel menurunkan kadar estrogen dan progesteron.

Progesteron akan menebalkan dinding rahim sebagai persiapan kehamilan. Ovum yang berjalan menuju tuba falopi akan masuk ke rahim. Jika tidak ada pembuahan, maka sel telur akan luruh bersama dengan mengelupasnya lapisan terluar dari dinding rahim.

Fungsi obat juga sebagai penentu awal menjalankan program kehamilan. Mencegah terjadinya ovulasi keluar dari leher rahim. sel telur yang telah matang dan berenang melalui tuba falopi, dan bertemu dengan sperma maka akan membentuk zigot. Zigot menuju ke rahim untuk membenamkan diri ke bantalan rahim yang telah dipersiapkan sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, zigot yang tertanam akan berkembang menjadi embrio hingga janin.

Manfaat Obat Pelancar Haid

Obat pelancar haid berupa obat hormon sangat efektif digunakan untuk mengatur siklus haid. Manfaat obat hormon dapat dirasakan setelah 2-3 hari selesai konsumsi. Obat ini hanya akan bekerja jika penyebab tidak lancarnya haid diakibatkan oleh hormon. Tidak semua masalah pada siklus haid akan direkomendasikan untuk meminum obat hormon.

Sebelumnya akan dilihat terlebih dahulu gejala yang terjadi, pengecekan akan membantu diagnosa penyebabnya.

Memberikan manfaat lanjutan sebagai penentu siklus haid, obat ini juga digunakan sebagai penentu masa subur wanita. Jadwal ovulasi yang teratur, mudah bagi pasangan untuk menentukan program kehamilan. Pembuahan yang dilakukan secara tepat, lebih berpeluang berhasil kehamilannya. Begitu juga sebaliknya, berguna untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Efek Samping Minum Obat Hormon

Meski  memiliki fungsi serupa dengan hormon aslinya, tetapi hormon sintetis tetaplah memiliki efek samping. Dampak yang ditimbulkan tergantung kondisi tubuh sekaligus jenis obat yang digunakan. Hal ini karena obat hormon diformulasikan pada beberapa bentuk dan cara pemakaian. Ada yang berupa obat tablet, berupa cairan yang disuntikkan, hingga larutan minum.

Efek samping minum obat hormon sebagaimana efek samping  pada hormon aslinya. Obat hormon sebagai pemicu naiknya kadar hormon estrogen, akan memberikan reaksi seperti sakit kepala yang  menyebabkan rambut rontok. Badan lemah hingga kesulitan tidur malam. Payudara membengkak dan terasa nyeri, hingga menyebabkan gairah seks yang rendah.

Demikian penjelasan mengenai obat hormon yang memiliki berbagai jenis fungsi dan manfaat. Namun memiliki efek samping minum obat hormon bagi tubuh, beberapa hanya sebagai reaksi tubuh yang tidak berbahaya. Namun tetap perlu perhatian untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

“Untuk problem menstruasi sebaiknya dikonsultasikan dahulu sehingga bisa mendapatkan penanganan yang sesuai, dokter akan menanyakan melaporkan riwayat kesehatan dan riwayat penyakit keluarga. Pastikan juga untuk memberi tahu dokter apa lagi yang terjadi dalam hidup Anda. Terkadang tekanan emosional, diet, atau olahraga dapat memengaruhi siklus menstruasi,” ujar tim dokter Lifepack, dr Irma Lidia.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved