Berita Kota Malang

Penyebab Data Vaksin Covid-19 di Kota Malang Tidak Sama dengan Pusat dan Pemprov Jatim

Inilah penyebab data vaksin Covid-19 di Kota Malang tidak sama dengan pusat dan pemprov Jawa Timur.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Masyarakat Malang antusias ikuti pelaksanaan serbuan vaksinasi Covid-19 (virus Corona) yang digelar oleh Koarmada II TNI AL dan Pemerintah Kota Malang, Sabtu (7/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Terjadi perbedaan data vaksin antara di daerah, di pusat dan di provinsi.

Hal ini menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh tiga kepala daerah Malang Raya dan Forkopimda Jawa Timur pada Rabu (11/8/2021) kemarin.

Di mana setiap daerah di Malang Raya pada saat itu saling mencocokkan data vaksin, baik kepada pemerintah pusat maupun kepada pemerintah provinsi.

Data ini yang nantinya dapat digunakan untuk melihat stok ketersediaan vaksin di suatu daerah.

Untuk di Kota Malang, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, data vaksin di Kota Malang sampai saat ini belum clear dan sedang dilakukan pencocokan.

Hal itu membuat data vaksin di provinsi tidak sama dengan Kota Malang.

"Data di provinsi tidak sama dengan kita. Vaksin yang kemarin, sampai sekarang datanya belum clear," ucapnya.

Sutiaji menambahkan, alasan tidak samanya data vaksin ini disebabkan oleh instansi lain yang belum melaporkan datanya ke pusat.

Sedangkan vaksin yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kota Malang, langsung dilaporkan ke pusat ketika vaksin tersebut telah dipakai.

Baca juga: Jelang Pertemuan dengan Menteri Luhut, Ini yang Dipersiapkan Wali Kota Malang Sutiaji

"Ada instansi lain, mungkin belum memasukkan data. Sehingga belum tereport ke pusat. Jadi yang masuk ke Kota Malang, misalnya masuk sekian, itu yang belum ada laporan telah dipakai berapa dosis," ucapnya.

Saat ini, jumlah vaksin di Kota Malang tinggal 9.000 dosis.

9.000 dosis vaksin tersebut kini sudah disebar ke masing-masing fasilitas kesehatan yang ada di Kota Malang.

"Soal vaksin ini yang dibahas oleh ibu Gubernur. Jadi kami hanya bisa menunggu proses pendistribusian vaksin selanjutnya untuk percepatan vaksinasi," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, soal data vaksin ini bisa dilihat di dashboard milik Kementerian Kesehatan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved