Virus Corona
Berapa Lama Jeda Vaksin Covid-19 dengan Vaksin Lainnya? Simak Penjelasan Kemenkes dan UNICEF
Berapa lama jeda antara vaksin Covid-19 dan vaksin lainnya. Simak penjelasan lengkap dari Kemenkes dan UNICEF.
- Novovax, interval pemberian antar dosis: 21 hari
- Moderna, interval pemberian antar dosis: 28 hari
- Pfizer, interval pemberian antar dosis: 21-28 hari
- Sputnik V, interval pemberian antar dosis: 21 hari
Meski begitu, Siti Nadia Tarmizi mengatakan jeda waktu vaksin Covid-19 dengan vaksin lain yang akan disuntikan tetap pada jarak 28-30 hari, apapun jenis vaksin Covid-nya.
"Tidak bergantung pada jenis vaksinnnya, misal dia vaksin AstraZeneca, tetap menunggu 28-30 hari selanjutnya boleh vaksin lain," ujar Siti Nadia Tarmizi.
Baca juga: Bolehkah Vaksinasi Covid-19 untuk Pengidap Asma? Berikut Penjelasannya
Unicef perbolehkan vaksin lain setelah vaksin Covid-19
Dilansir dari UNICEF, 25 Juni 2021, vaksin dewasa lainnya mungkin tidak dapat dihindari dan tidak boleh dilewatkan meski sudah divaksinasi Covid-19.
Namun, masyarakat disarankan untuk menjaga jarak setidaknya 28 hari antara vaksin Covid-19 dan vaksin lain yang diperlukan.
Apabila jadwal untuk melalukan vaksin tidak dapat diubah, maka tempat untuk penyuntikan vaksin bisa di tempat penyuntikan lain atau yang berbeda dengan titik suntikan vaksin Covid-19.
UNICEF menuliskan, tempat penyuntikan yang berbeda bisa di bagian lengan atau paha untuk vaksin lain.
Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan dan melakukan pola hidup sehat agar kekebalan tubuh bisa meningkat.
Baca juga: Bolehkah Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Terlambat atau Lebih dari 28 Hari? Lihat Siklus Antibodi
Hindari tindakan-tindakan yang membuat tubuh stres atau merasa tertekan.
Selain itu, hindari juga mengonsumsi alkohol dan merokok sebelum dan sesudah vaksinasi.
Menurut UNICEF, dengan konsumsi alkohol dan merokok dapat memperburuk efek samping vaksin dan membuat tubuh tidak nyaman.
Selain itu, alkohol juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh secara negatif dan ada kemungkinan respons imun terhadap vaksin mungkin tidak efektif jika ada alkohol yang berlebih di tubuh.
Hal yang sama berlaku jika Anda merokok.