Berita Kesehatan
Smile Train Indonesia Perkuat Kemitraan di Jatim, Beri Penanganan Komprehensif Pasien Bibir Sumbing
Mulai dari operasi hingga terapi wicara dan bantuan psikologis, bagi anak-anak dan keluarga pasien bibir sumbing dan atau celah langit-langit di Jatim
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Amal Internasional, Smile Train Indonesia, bermitra dengan Yayasan Dewi Kasih yang didukung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember (UNEJ) berupaya memberikan penanganan komprehensif untuk pasien bibir sumbing.
Mulai dari operasi hingga terapi wicara dan bantuan psikologis, bagi anak-anak dan keluarga pasien bibir sumbing dan atau celah langit-langit di Jatim.
“Di dunia, setiap hari ada 540 anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing dan atau celah langit-langit. Sebuah kondisi yang apabila tidak ditangani dapat membawa dampak berkepanjangan bagi fisik maupun psikologi anak," kata dr Ulfa Elfiah, M.Kes, SpBP-RE(K), Spesialis Bedah Plastik sekaligus Ketua Yayasan Dewi Kasih serta Kepala UNEJ Medical Center, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember, dalam media briefing secara virtual, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: Demi Senyum Anak Indonesia, Relawan FRPB Pamekasan Bantu Operasi Bibir Sumbing Gratis,
Bahkan di Jember, dr Ulfa menyebut, rasio angka pasien bibir sumbing mencapai 1:1.000 pada tahun 2019. Angka ini mencerminkan bahwa butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta kemudahan akses untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing secara komprehensif, baik dari sebelum, saat, hingga sesudah operasi.
Baca juga: Perbaikan Wajah Sumbing Bayi Dina Oktavia Ditangani di RSUD Dr Soetomo, Begini Penjelasan Dokter
"Masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur hendaknya kini makin aware untuk berperan aktif, apalagi Smile Train Indonesia kini sudah bermitra dengan banyak pihak untuk menyediakan operasi dan perawatan gratis, sehingga akses pun menjadi lebih luas dan terbuka,” jelas dr Ulfa.
Baca juga: RS Citra Medika Adakan Operasi Bibir Sumbing Gratis, Pasiennya dari Beberapa Wilayah Jatim
Kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit adalah salah satu bentuk kelainan daerah kraniofasial (tulang kepala dan tulang wajah) yang ditandai dengan adanya celah pada bibir, gusi, dan langit-langit akibat gangguan fusi (fusion) pada masa kandungan.
Penyebabnya kerap tidak diketahui pasti, namun fokus terpenting adalah penanganannya.
Jika tidak segera ditangani, bibir sumbing dapat menyebabkan komplikasi masalah seperti kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara, serta meningkatnya resiko malnutrisi, dan bahkan gangguan psikologis.
Ruth Monalisa, Program Director Smile Train Indonesia, mengatakan, bahwa kemampuan untuk tersenyum merupakan nikmat yang luar biasa. "Anak-anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing pun berhak untuk mendapatkan senyum mereka," kata Ruth.
Bibir sumbing atau celah langit-langit mulut bukanlah aib, melainkan kondisi fisik yang sangat bisa diperbaiki.
Dirinya di Smile Train bertekad untuk terus membantu menciptakan senyum-senyum berharga dari anak-anak di Indonesia, juga melalui para ahli dari Indonesia.
"Kami bermitra dengan dokter ahli bedah serta tenaga medis lokal melalui berbagai pelatihan, untuk memberikan perawatan sumbing, termasuk di Jatim, agar dapat lebih luas menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan akses atau informasi perawatan sumbing sumbing gratis,” beber Ruth.
Diperlukan tindakan menyeluruh, mulai dari perbaikan gizi sebelum operasi, operasi perbaikan, observasi pasca-operasi, serta tindakan lanjutan seperti terapi wicara dan bimbingan psikologis, untuk memastikan bahwa tumbuh kembang sang anak akan berjalan optimal.
Smile Train Indonesia bersama para mitranya bertujuan untuk memfasilitasi setiap anak yang hidup dalam kesenjangan, agar dapat menjalani hidup secara sehat dan produktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dua-anak-yang-menjadi-pasien-bibir-sumbing-yang-mendapat-penanganan.jpg)