Perdosri Jatim Tekankan Pentingnya Rehabilitasi Mandiri di Rumah

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) cabang Jawa Timur mengadakan PIR (Pertemuan Ilmiah Regional)

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
PERDOSRI - Pembukaan PIR (Pertemuan Ilmiah Regional) SMART JATIM ke-17 yang membahas pentingnya pendekatan perawatan berbasis rumah (home-based care) dan kolaborasi multidisiplin dalam mendukung program rehabilitasi. 

 

Ringkasan Berita:
  • PERDOSRI Jatim menekankan pentingnya rehabilitasi mandiri di rumah sebagai kelanjutan terapi medis.
  • Kebutuhan layanan rehabilitasi meningkat seiring tingginya kasus gangguan fungsi dan disabilitas.
  • Program rehabilitasi dinilai lebih efektif jika didukung peran aktif keluarga dan pendekatan home-based care.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) cabang Jawa Timur mengadakan PIR (Pertemuan Ilmiah Regional) SMART JATIM ke-17.

Meningkatnya prevalensi penyakit dan kondisi yang menyebabkan gangguan fungsi dan disabilitas, dinilai semakin meningkat juga kebutuhan akan layanan rehabillitasi.

Keberhasilan program rehabilitasi terapi tidak hanya ditentukan oleh intervensi di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan dan keberlanjutan latihan di lingkungan rumah.

Ketua pelaksana, dr. Nur Khozin, Sp.KFR, FIPM (USG), AIFO-K menyampaikan ajang tahunan ini diikuti sebanyak 365 peserta.

Sebanyak 190 dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (Sp.KFR) serta 175 dokter umum.

Pihaknya juga menjelaskan pentingnya pendekatan perawatan berbasis rumah (home-based care) dan kolaborasi multidisiplin dalam mendukung program rehabilitasi.

“Dalam kondisi tertentu, dimana kunjungan ke fasilitas kesehatan terbatas, kemandirian pasien dan keluarga dalam menjalankan program rehabilitasi menjadi faktor yang sangat penting,” ujarnya Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Dokter RS Premier Surabaya Ungkap Tanda Awal Parkinson yang Sering Diabaikan

“Disinilah peran strategis dokter dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada keluarga agar mampu melanjutkan program rehabilitasi di rumah secara mandiri,” ucapnya.

Lebih lanjut, dr. Nur Khozin menjelaskan Bidang Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) merupakan bidang kedokteran yang berfokus pada pengembalian fungsi pasien yang terganggu agar dapat kembali beraktivitas secara optimal dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Layanan bidang kedokteran ini disebut sangat luas.

Meliputi berbagai kondisi yang menyebabkan gangguan fungsi dan disabilitas, dari mulai gangguan saraf, tulang, sendi, otot, paru, hingga jantung dan pembuluh darah.

“Ruang lingkup usia yang ditangani juga sangat luas, sejak bayi hingga lansia,” ujarnya.

Upaya rehabilitasi dilakukan melalui berbagai intervensi diantaranya terapi, pemberian obat, maupun pemberian alat bantu.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved