Breaking News:

Berita Malang

Jelang PTMT di Kota Malang, Kelas-kelas di SDN Bareng 3 Disemprot Disinfektan

Guru kelas dan walimurid yang tergabung di paguyupan di SDN Bareng 3 Kota Malang berkolaborasi membersihkan kelas menjelang PTM terbatas

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Kegiatan penyemprotan disinfektan pada kelas-kelas di SDN Bareng 3 Kota Malang, Jumat (3/9/2021) menjelang PTMT pada Senin (6/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Guru kelas dan walimurid yang tergabung di paguyupan di SDN Bareng 3 Kota Malang berkolaborasi membersihkan kelas menjelang PTM (Pertemuan Tatap Muka) Terbatas, Jumat (3/9/2021). Kegiatannya berupa menyapu, membersihkan jendela dan mengepel. Selanjutnya kelas-kelas disemprot disinfektan. 

"Hari ini pembersihan kelas 3,4 dan 5. Sekolah kerjasama dengan walimurid," jelas Rachmat Suliadi, Kepala SDN Bareng 3 pada suryamalan.com. Antusiasme siswa kembali kembali ke sekolah tinggi. Buktinya, dari hasil survei yang dilakukan sekolah ke walimurid, hanya dua yang tidak mengizinkan anaknya.

"Insyaallah siswa antusias pingin sekolah. Untuk prokesnya, kami sudah mempersiapkan thermo gun, disinfektan, wastafel, handsanitizer, sabun cuci tangan. Per dua kelas ada satu wastafel," ungkapnya. Jumlah kelas di SDN ini ada 18 karena merupakan sekolah hasil regrouping tiga SD.

Skemanya 50 persen siswa per kelas namun dibagi dua shift. Sehingga per kelas diisi 25 persen siswa. Jarak waktu antae shift adalah 30 menit. Wulan, walimurid kelas 3A menyambut baik PTM nanti. "Ya senang karena siswa belajar di rumah sudah kelamaan. Makanya kami membantu sekolah mempersiapkan kerja bakti ini untuk anak-anak," jawab Wulan yang membersihkan kaca kelas. 

Sedang Rina, walikelas 3B juga semangat anaknya bersekolah lagi. "Biar nambah semangat belajarnya," kata dia. Achmad Wahyudi, Walikelas 3D menyatakan mempersiapkan maksimal. "Biar anak-anak senangnya maksimal. Anak-anak ngebet sekali sekolah. Curhat pingin masuk. Tapi kan kita menurut aturan saja," jawabnya.

Sedang Ema Sumiarti, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu menambahkan, untuk PTM jenjang SMA-SMK pada prinsipkan sekolah sudah siap. Ia memantau beberapa SMA di Kota Malang sudah tatap muka maksimal dengan 50 persen siswa. 

"Kalau untuk di Kota Batu, sekolah harus mengajukan dulu ke Satgas Covid. Nanti akan dilaksanakan visitasi baru boleh buka," jelas Ema. Yang boleh buka yang sudah memenuhi syarat. Seperti ada SOP, ada satgas Covid di sekolah dan tidak ada sholat duhur di sekolah. Karena ada visitasi dulu, maka SMA-SMK di Kota Batu baru mulai tatap muka pada 6 September 2021. Sylvianita Widyawati

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved