Berita Gresik

Ibu Hamil 8 Bulan Ikut Vaksinasi Covid-19 Bersama Kompas Gramedia di Gresik, 'Awal Takut, Kini Lega'

Cerita ibu di Gresik hamil 8 bulan ikuti vaksinasi Covid-19 bersama Kompas Gramedia. Awalnya takut, setelah 30 menit tidak ada efek yang dirasakan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Willy Abraham
Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik Muhibatul Husna (kiri), Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (dua dari kiri), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tiga dari kiri) menerima penghargaan dari Ketua Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia (FKD-KG) Jatim Agnes Etta Pandia di komplek Petrokimia Gresik, Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ernawati (26) mengaku lega setelah menerima dosis vaksin pertama bersama Kompas Gramedia.

Wanita yang tengah hamil menginjak usia kandungan delapan bulan ini lalu bergegas pulang ke rumah. 

Warga Kecamatan Manyar ini mengaku takut saat akan menerima vaksin virus Corona ( Covid-19 ).

Dia langsung bertanya kepada para tenaga kesehatan terkait vaksinasi ibu hamil

Wanita berkerudung ini menjalani screening pertama, kedua, ketiga dan keempat. Tidak ada efek yang dirasakan setelah menerima dosis vaksin selama 30 menit dipantau petugas. 

"Sempat tanya-tanya khusus vaksin ibu hamil. Awalnya takut pokoknya," kata dia sambil tertawa. 

Baca juga: Polresta Probolinggo Laksanakan Vaksinasi Merdeka di 3 Pondok Pesantren Sasaran 1000 Santri

Vaksinasi yang digelar di balai diklat Petrokimia Gresik ini merupakan kerjasama Kalbe bersama Kompas Gramedia.

Mengambil tema 'Bangkit untuk Merdeka dari Covid-19', ada 1.000 dosis vaksin yang disiapkan untuk masyarakat Gresik. 

1.000 dosis vaksin itu diperuntukkan bagi ibu hamil, pelajar dan masyarakat umum. 

Ketua panitia, M Taufiq Zuhdi menuturkan, jumlah pasien covid-19 cenderung landai namun tidak boleh lengah. Protokol kesehatan dan vaksinasi harus tetap digalakkan. 

"Gresik menjadi pilihan bagi Kompas Gramedia karena sebagai salah satu kota industri di Jawa Timur dan penyangga kota Surabaya. Kalau warganya sehat maka ekonomi akan tumbuh,” papar Taufiq.

Taufiq menyebut antusias warga cukup tinggi. Banyak warga yang datang, bahkan lebih dari 1.000 orang yang ditargetkan. 

"Tapi karena jumlahnya sudah ditentukan, maka kami mohon maaf jika tidak bisa lebih dari 1.000 orang. Mungkin lain waktu kami akan menggelar acara serupa kalau ada kesempatan, mohon doa dan dukungannya," kata Taufiq.

Baca juga: Vaksinasi Merdeka Sasar Rumah Ibadah dan Pondok Pesantren, Presiden Joko Widodo Pantau Via Virtual

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved