Berita Kabupaten Malang
Ormas Malang Bersatu Minta Polisi Segera Tahan Idris Al Marbawy: Sudah Tersangka
Ormas Malang Bersatu meminta polisi agar segera menahan Idris Al Marbawy atau Gus Idris: Sudah tersangka.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Aksi Idris sontak memantik keresahan publik Kabupaten Malang.
Berbagai elemen masyarakat kompak melaporkan Gus Idris karena membuat video yang kontraproduktif dan penyebaran berita bohong.
Gus Idris Buat Konten Tampilkan Zina, Tokoh Masyarakat Kabupaten Malang Sebut Tak Pantas: Kecewa
Lagi-lagi Idris Al Marbawy alias Gus Idris membuat konten yang membuat heboh media sosial.
Kali ini yang mendapat gelombang protes adalah konten yang dinilai mengandung unsur pornografi.
Konten berjudul AZAB BERZINA PASANGAN INI GANCET || K3l4MINY4 GAK BISA LEPAS menampilkan sesosok dua sejoli sedang berhubungan suami istri.
Video yang berdurasi kurang lebih 50 menit tersebut menampilkan secara jelas dua sejoli saling tumpang tindih di atas kasur. Badan keduanya ditutupi dengan selimut.
Tayangan tersebut mengisahkan seorang pria tidak bisa melepaskan alat kelaminnya dari pasangan wanitanya akibat berhubungan badan di luar nikah.
Perwakilan Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang, Zulham Mubarak mengaku merasa kecewa dan menyesalkan tindakan Gus Idris, karena dinilai tidak mencerminkan tindakan bijak tokoh agama.
Zulham mengatakan, beberapa bulan lalu memang Gus Idris sempat minta maaf ke ulama-ulama Nahdlatul Ulama.
Baca juga: Kampung Budaya Polowijen Mulai Persiapkan Diri Jelang Dibukanya Tempat Wisata di Kota Malang
Idris juga berjanji akan memberikan dakwah melalui konten videonya dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
"Namun, sekarang hasilnya bagaimana dia membuat ulah lagi. Jujur saya kecewa dengan video terakhir Idris ini," papar Zulham.
Zulham menilai karya Idris telah melenceng dari ajaran dan tradisi Nahdlatul Ulama.
Dia bahkan menyebut Idris melanggar janjinya sendiri bahwa akan berdakwah dengan cara Nahdlatul Ulama yang santun.
"Lah ini bagaimana ngaji di depan orang yang begitu. Kan melenceng dari syariat Islam dan juga budaya Indonesia. Ini sudah melenceng, dulu maaf-maaf dan janji sekarang begini lagi. Saya juga belum menarik aduannya di polisi," ujarnya geram.
Sebagai seorang penggiat literasi media, Zulham mendapat pertanyaan keheranan dari netizen melalui akun Facebook-nya.
"Banyak yang tanya katanya sudah dimaafkan. Tapi kok kelakuannya gini. Itu viral loh sampai 10 juta tayangan di Facebook. Lah saya bingung juga," kata Zulham.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ormas-malang-bersatu-mendesak-polisi-agar-segera-menahan-idris-al-marbawy-gus-idris.jpg)