Breaking News:

Berita Jember

173 Peserta Tidak Ikuti Ujian SKD CPNS Jember 2021, 1.900 Orang Lolos ke Tahap SKB

173 orang tidak menghadiri Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) Kabupaten Jember tahun 2021.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Ilustrasi CPNS - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Tulungagung, Senin (20/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 173 orang tidak menghadiri Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) Kabupaten Jember tahun 2021.

Selain itu, ada tiga orang yang tidak bisa mengikuti tes SKD karena terkonfirmasi positif Covid-19 (virus Corona).

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember, Sukowinarno mengatakan, mereka yang tidak hadir dalam ujian SKD dan tanpa disertai keterangan, sama dengan gugur alias tidak lolos ke tahap selanjutnya.

"Sedangkan untuk yang tidak bisa ujian karena terkonfirmasi positif Covid-19, maka bisa mengikuti ujian susulan," ujar Suko, Selasa (21/9/2021).

Waktu ujian susulan akan ditentukan lebih lanjut oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Peserta ujian susulan juga akan mendapatkan informasi lebih lanjut terkait waktu dan teknis ujian susulan tersebut.

Suko menambahkan, selama pelaksanaan ujian SKD selama enam hari yang berakhir pada 19 September 2021, tidak ada kendala teknis, seperti gangguan kelistrikan maupun koneksi jaringan internet.

Selanjutnya, mereka yang lolos ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan mengikuti ujian pada bulan November 2021 mendatang.

Ada sekitar 1.900 orang yang akan mengikuti tes SKB. Mereka lolos dari peserta SKD CPNS Jember 2021 yang mencapai 3.342 orang.

Baca juga: Jember Masuk PPKM Level 1, Bupati Hendy Siswanto: Protokol Kesehatan Covid-19 Jangan Kasih Kendur

Formasi CPNS Kabupaten Jember di tahun 2021 ini semuanya untuk tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan itu antara lain dokter, bidan, perawat, ahli gizi, analis kesehatan, juga petugas laboratorium. Mereka ditempatkan di rumah sakit milik Pemkab Jember, dan puskesmas se-Kabupaten Jember.

"Formasi yang kami dapatkan 634 di tahun ini. Meskipun jumlah ini sebenarnya masih kurang dari kebutuhan. Untuk kekurangannya, nanti akan memakai mekanisme dari pemerintah pusat di tahun berikutnya," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Mirfano.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved