Berita Kota Batu

Lima Desa Wisata di Kota Batu Akan Dibuka, Pemkot Bantu Lengkapi Sarana Penunjang

Lima desa wisata di Kota Batu, tengah disiapkan untuk beroperasi menerima wisatawan di masa PPKM.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Seorang wisatawan sedang mengabadikan pemandangan berlatar belakang pegunungan dari Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kota Batu, 2021. Dalam waktu dekat, lima desa tujuan wisata di Kota Batu diupayakan untuk buka kembali menerima wisatawan. 

Ia menegaskan siap menutup kembali Baloga jika memang dinilai melanggar ketentuan. Bagi Tosi, hal tersebut tidak menjadi persoalan besar. Ia berulang kali menegaskan bahwa pembukaan yang dilakukan tersebut demi memenuhi permintaan para mitra.

“Ada jeritan karyawan dan pedagang. Perusahaan sendiri juga menjerit, tapi kalau disuruh tutup, saya tutup. Jadi kalau dari pemerintah disuruh tutup, ya tutup. Saya tidak nekat buka, tapi memang ingin membantu,” tegasnya.

Ia mengaku sudah pernah dihubungi oleh Satpol PP Kota Batu. Satpol PP tidak menanyakan terkait izin pembukaan Baloga, namun menanyakan fasilitas penunjang protokol kesehatan di tempat umum.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan beroperasinya Baloga masih dalam tahap uji coba. Baginya tidak ada masalah dalam tahap uji coba.

“Itu kan masih uji coba. Semua belum ada yang buka, masih uji coba,” jelas Dewanti.

Dewanti mengatakan, semua tempat wisata diperbolehkan melakukan uji coba selama fasilitasnya memadai.

“Kalau yang fasilitasnya memadai. Fasilitasnya Museum Angkut, Baloga. Apalagi Baloga kan terbuka. Itu kan sangat tidak apa-apa sebetulnya,” jelas Dewanti.

Ia menambahkan, untuk wisata desa juga diperbolehkan melakukan uji coba dengan syarat protokol kesehatan bisa dipenuhi. Pemkot Batu juga tengah mengupayakan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat agar level PPKM bisa turun.

''Khususnya capaian vaksinasi bagi lansia ini masih lambat. Itu karena memang lansia banyak yang punya komorbid, serta ada yang susah bergerak. Sehingga kesulitan pendampingan saat dilakukan vaksinasi di tempat umum. Jadinya target vaksin 7 ribu sehari itu terkendala,'' terangnya.

Dewanti menugaskan Dinas Kesehatan melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah bagi lansia. Sembari memenuhi target vaksin bagi lansia, pihaknya meminta vaksinasi bagi kalangan lainnya seperti pelaku wisata dan seni budaya juga digencarkan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved