Breaking News:

Berita Jember

Pemerkosa Anak 13 Tahun di Jember Dicokok Polisi, Terungkap Modus yang Digunakan Pelaku

Polisi menangkap warga Kecamatan Sukorambi, berinisial FJ (20). Polisi menangkap lelaki itu karena diduga kuat memerkosa seorang anak berusia 13 tahun

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
Steemit
Ilustrasi pencabulan gadis di bawah umur di Jember 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Polisi menangkap warga Kecamatan Sukorambi, berinisial FJ (20). Polisi menangkap lelaki itu karena diduga kuat memerkosa seorang anak berusia 13 tahun.

Polisi menangkap FJ setelah dua kali dipanggil, namun tidak memenuhi panggilan tersebut. 

"Tersangka dua kali dipanggil, namun tidak pernah datang. Ketiga kalinya ditangkap, dan kini sudah ditahan," ujar Kapolsek Sukorambi AKP Sigit Budiyono, Jumat (1/10/2021).

Laporan perkosaan terhadap anak usia 13 tahun itu diterima Polsek Sukorambi pada awal Agustus lalu. Setelah menerima laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan, sampai akhirnya FJ ditetapkan sebagai tersangka.

Dugaan perkosaan itu terjadi beberapa hari sebelum pelaporan dilakukan. Pada sekitar tanggal 9 Agustus, FJ mengajak seorang anak berusia 13 tahun yang itu disebut sebagai pacar oleh FJ. FJ menjemput pacarnya itu untuk diajak berkeliling memakai sepeda motor.

Baca juga: KAI Luncurkan KA Airlangga Relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen PP, Tiket Mulai Rp 49 Ribu

Perjalanan mereka berhenti di kawasan sepi di belakang Kantor Camat Sukorambi dan Puskesmas Sukorambi. Di tempat itulah, perkosaan terhadap anak perempuan itu terjadi. Si anak perempuan tidak berani berontak karena diancam kalau video asusilanya akan disebarkan oleh FJ.

FJ mengantar pacarnya pulang saat malam sudah larut. Orang tua anak perempuan yang curiga, kemudian bertanya kepada sang anak, sampai akhirnya mengalirlah cerita perkosaan tersebut. Dari penuturan si anak, perkosaan itu terjadi dua kali.

Orang tua korban akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sukorambi. "Korban ini dibujuk rayu oleh tersangka, juga diancam," lanjut Sigit.

Polisi menjerat FJ memakai UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kumpulan berita Jember terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved