Breaking News:

Berita Jatim

Kisah Pelarian Djoni Gelapkan Emas Batangan 9 Kg Bak Film 'The Italian Job', Disergap saat Check Out

Djoni (38) pelaku utama penggelapan tujuh batang emas seberat sekitar sembilan kilogram yang ditangkap Polda Jatim, sempat kabur keluar dari Provinsi

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Djoni dan SB saat dikeler ke Mapolda Jawa Timur 

Pada Selasa (31/8/2021), Djoni diperintahkan secara resmi oleh atasannya di perusahaan PT IGS, untuk mengambil batangan emas milik toko emas tersebut untuk dimurnikan.

Namun, dongkolnya, oleh Djoni batangan emas milik toko tersebut, malah dibawa kabur olehnya, untuk segera diuangkan secepat mungkin sebelum dicurigai oleh pihak perusahaannya.

Baca juga: Alasan di Balik Munculnya Boneka Squid Game di Jalan Tunjungan Surabaya, Bukan Sekadar Halloween 

Menurut Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Lintar Mahardono, pelaku Djoni berupaya menguangkan batangan emas itu, dengan cara menjualnya ke pedagang emas kaki lima di pasar tradisional.

Dengan siasat itulah, Djoni akhirnya menemui pria berinisial SB (34) di sebuah pasar tradisional di Jalan Raya Kundi, Waru, Sidoarjo.

Kepada pria itu, Djoni menjual potongan kecil emas batangan seberat 20 gram yang telah dipotong menggunakan alat mesin gergaji otomatis; gerinda, seharga delapan juta rupiah.

"Masih kami kembangkan, ada beberapa penadah, kami masih kejar terus. Intinya dia mau kabur, (dijual) sesuai jalur larinya dia," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, di depan Gedung Humas Mapolda Jatim, Jumat (8/10/2021).

Tak puas dengan penjualan batangan emas hasil kejahatan itu, pelaku Djoni berupaya melanjutkan pelariannya itu ke Yogyakarta. 

Kemudian, berlanjut ke Kota Purwakarta, dan berakhir di Tangerang, Provinsi Banten.

Selama dalam pelarian, Lintar mengungkapkan, Djoni akan berupaya memotong dan menjual batangan emas itu. Karena, hanya dengan cara itu, Djoni dapat bertahan hidup.

"Sudah ada beberapa yang dijual. Jadi dipotong, lalu dijual lagi. Terus lari, dipotong, dijual lagi, begitu," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved