PON XX Papua 2021
Atlet Paralayang Kota Batu Antar Kontingen Jawa Timur Raih Juara Umum di PON XX Papua 2021
Atlet paralayang Kota Batu antarkan kontingen Jawa Timur menjadi juara umum di PON XX Papua 2021. Koleksi 6 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Atlet Kota Batu menjadi penentu kontingen Jawa Timur menjadi juara umum cabang olahraga (cabor) paralayang dalam Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021.
Kontingen Jawa Timur Cabor Paralayang mengoleksi 6 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu yang disumbangkan Jafro Megawanto dkk dari Bukit Gracia Jayapura.
Berdasarkan rilis resmi KONI Kota Batu, dari 12 nomor lomba yang dipertandingkan, atlet Paralayang Kota Batu menyabet medali dari 9 nomor lomba yang dipertandingkan dalam cabor paralayang.
Dari nomor perorangan Putra Roni Pratama menyumbangkan medali emas dari Ketepatan Mendarat Putra. Begitu juga dari perorangan putri, Ike Ayu Wulandari menyumbangkan medali emas dari XC (cross country) Perorangan Putri.
“Alhamdulillah kami meraih juara umum cabor paralayang. Kami meraih 6 emas, 2 perak dan 2 perunggu,” ujar Pelatih Paralayang Jawa Timur, Sugeng Santoso, Rabu (13/10/2021).
Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan, kontingen paralayang Jawa Timur mengirimkan 8 atlet, dengan rincian dua atlet putri dan enam atlet putra. Jumlah atlet ini dibagi dalam nomor perorangan putra diikuti oleh Roni Pratama dan perorangan putri diikuti oleh Ike Ayu Wulandari.
Sementara beregu putri Jawa Timur diikuti Ike Ayu wulandari dan Rika Wijayanti.
Sedangkan beregu putra diikuti oleh Joni Effendi, M Rizky Dharmawan, Roni Pratama, Jafro Megawanto, Permadi Chandra Bhuana dan Gigih Iman Nurdiansyah.
Dari delapan atlet Paralayang Jawa Timur, hanya dua orang yang berasal dari Kabupaten Malang dan Kota Malang, yakni Permadi Chandra Buana dan M Rizky Dharmawan.
Baca juga: Aceh Melaju ke Final PON XX Papua 2021 usai Kalahkan Jatim, Fakhri Husaini: Berjuang Melebihi Batas
Menurut Sugeng, untuk meraih juara umum, atlet Jawa Timur dihadapkan kondisi medan yang sangat berbeda dengan Gunung Banyak. Bukit Gracia, bentuknya seperti mangkuk sehingga tingkat kestabilan angin menjadi tidak menentu.
“Tingkat kesulitannya luar biasa, bentuk venue-nya seperti mangkok, jarak antara take off dan landing hanya 500 meter, sementara Gunung Banyak jaraknya kurang lebih 1 kilometer. Ketinggiannya pun lebih tinggi di sini, 300 meter,” ujar Sugeng Santoso.
Berikut perolehan Medali Tim Paralayang Jawa Timur
1. KTM Perorangan Putra
Roni Pratama meraih Medali Emas