Breaking News:

Berita Sidoarjo

Warga Krian Sidoarjo Dibekuk Polisi Akibat Jualan Satwa Dilindungi, 23 Ekor Burung Langka Diamankan

Cak Mar, pria 48 tahun asal Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo ditangkap polisi karena jualan satwa langka. Seperti Cendrawasih, Nuri, dan sebag

Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/M Taufik
Polisi saat membeber kasus jual-beli satwa liar 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Cak Mar, pria 48 tahun asal Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo ditangkap polisi karena jualan satwa langka. Seperti Cendrawasih, Nuri, dan sebagainya yang masuk kategori satwa dilindungi.

Dia biasa mencari dan membeli burung-burung langka tersebut dari kapal - kapal yang bersandar di beberapa wilayah, serta nyari di beberapa lokasi.

Dari sana, burung-burung dijual secara online. Setelah ada pembeli, biasanya janjian ketemu atau bisa melalui jasa pengiriman ekspedisi.

Tersangka telah melakoni bisnis ilegal tersebut sekitar tiga tahun terakhir. Pembelinya kebanyakan juga di Pulau Jawa, Sidoarjo dan sekitarnya.

Baca juga: Suplai Pasokan Sindikat Penjualan Satwa Langka, Pemburu dan Pengepul Satwa Dikejar Polda Jatim

Menurut Cak Mar, burung-burung itu dijual dengan harga variatif. Misalnya untuk Cendrawasih dihargai Rp 4 juta, untuk Betet Rp 1,5 juta.

"Paling mahal Cendrawasih. Dan itu juga yang paling banyak diminati," kata dia.

Tapi, sekarang dia sudah tidak lagi bisa jualan. Cak Mar digrebek petugas Polresta Sidoarjo akibat bisnis terlarangnya tersebut.

Baca juga: Satwa Dilindungi Dijual Hidup atau Mati Seharga Rp15 Juta, 2 Pelaku Diringkus Polda Jatim

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, penangkapan ini bermula dari informasi yang dikantongi polisi. Ada orang yang kerap memperdagangkan satwa liar.

Dari informasi itu, polisi melakukan penyelidikan dan menggerebek rumah pelaku di Krian, Sidoarjo.

Baca juga: Belum Kelar Dibangun, Joglo Desa Gesikan Tulungagung Timpa Pekerja yang Berteduh, Ini Kondisi Korban

Dalam penggerebekan itu, polisi juga mengamankan 23 ekor burung langka sebagai barang bukti.

Yakni 3 ekor Cendrawasih Toows Cemerlang, 4 Cendrawasih Kuning, 1 Cendrawasih Mati Kawat, 2 Cendrawasih Raja, 1 Cendrawasih Botak, 5 Betet Kelapa Paruh Besar dan 7 Nuri Bayan.

"Semuanya itu masuk kategori satwa yang dilindungi. Dan petugas masih berupaya melakukan pengembangan terhadap perkara ini," ujar kapolres.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved