Breaking News:

Berita Jember

Update Kasus Dugaan Pencabulan Dosen Universitas Jember, RH Dituntut 8 Tahun Penjara

Update kasus dugaan pencabulan Dosen Universitas Jember, RH dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 50 juta atau subsider 6 bulan kurungan.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Steemit
Ilustrasi pencabulan - Update Kasus Dugaan Pencabulan Dosen Universitas Jember, RH Dituntut 8 Tahun Penjara. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jember menuntut 8 tahun penjara, denda Rp 50 juta atau subsider 6 bulan kurungan terhadap Dosen FISIP Universitas Jember, RH, Kamis (21/10/2021).

Tuntutan JPU itu dibacakan dalam persidangan luring dan daring di Pengadilan Negeri Jember.

JPU Adik Sri Sumarsih menilai, RH melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap saksi korban, yakni keponakannya yang masih berusia anak.

"Atas perbuatan terdakwa, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa 8 tahun penjara, denda Rp 50 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Jaksa menilai yang bersangkutan melakukan tindak pidana perbuatan cabul berdasarkan fakta di persidangan," ujar Adik Sri Sumarsih, Kamis (21/10/2021).

Menurut Adik, berdasarkan fakta-fakta di persidangan, JPU berkeyakinan terjadinya tindak pidana pencabulan oleh RH. Karenanya, JPU menjatuhkan tuntutan tersebut.

Sedangkan Humas Pengadilan Negeri Jember, Sigit Triatmojo membenarkan agenda tuntutan tersebut.

Dia juga menyebut, tuntutan itu yakni tuntutan pidana 8 tahun penjara, dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Tuntutan itu berdasarkan pasal yang diterapkan dalam UU Perlindungan Anak.

Persidangan selanjutnya digelar 4 November 2021.

"Sidang selanjutnya 4 November dengan agenda pledoi," ujar Sigit.

Baca juga: Tanggapi Videonya Nyanyi di Acara Nikahan, Bupati Jember Hendy Minta Maaf, Ceritakan yang Sebenarnya

Di sisi lain, melalui rilis tertulisnya, kuasa hukum terdakwa RH berharap JPU objektif dalam menuntut kliennya.

"Jangan menuntut hanya berdasarkan ketakutan akan tekanan-tekanan atau opini yang diciptakan tanpa dasar. Tuntutan wajib didasarkan pada fakta-fakta yang muncul di persidangan," ujar Freddy Andreas Caesar, kuasa hukum RH.

Sementara itu, sidang tuntutan terhadap RH kembali diwarnai aksi damai dari Koalisi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual Jember. Mereka kembali menyuarakan penuntasan kasus itu secara adil. Aksi dilakukan setelah sidang selesai di depan papan nama Pengadilan Negeri Jember di Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari, Jember.

RH, seorang dosen FISIP Universitas Jember (Unej) dilaporkan ke polisi oleh ibu keponakannya atas tuduhan pencabulan. Kasus itu ditangani polisi sampai akhirnya bergulir ke meja hijau.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved