Berita Terpopuler
BERITA TERPOPULER JATIM: Atlet Peraih Emas Bakal Jadi Polisi hingga 2 Copet Modus 'Muntah Mendadak'
Empat berita terpopuler Jatim hari ini, Sabtu (30/10/2021). Atlet peraih emas bakal jadi polisi hingga 2 copet modus 'muntah mendadak'.
TRIBUNJATIM.COM - Beragam berita menarik yang terjadi di wilayah Jawa Timur terangkum dalam berita terpopuler Jatim hari ini, Sabtu (30/10/2021).
Pada berita terpopuler Jatim hari ini dibuka dengan Teuku Tegar Abadi (22) peraih medali emas di Cabang Olahraga (Cabor) lompat galah, dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021, kini bisa tersenyum semringah.
Atlet muda asal Prunggahan Kulon Kabupaten Tuban, Jatim, yang sempat viral di media sosial (medsos) karena terekam kembali mencangkul sawah tanah garapan milik kedua orangtuanya, seusai membawa medali emas dari PON Papua itu, kini mulai terang nasib masa depannya.
Selanjutnya, Plolong (37) warga Surabaya dan Dedy Tryana (51) warga Kediri, hanya bisa pasrah saat disergap oleh anggota Tim Antibandit Polsek Wonokromo Polrestabes Surabaya.
Mereka merupakan anggota komplotan copet kawakan yang beraksi menyasar warga pengguna moda transportasi umum, seperti mikrolet trayek Surabaya-Sidoarjo, dan bus minil trayek Krian-Mojokerto.
Ingin tahu berita selengkapnya, berikut ini berita terpopuler Jatim hari ini, Sabtu (30/10/2021) yang dirangkum TribunJatim.com untuk Anda:
1. Viral karena Kembali Cangkul Sawah dan Didengar Kapolda Jatim, Atlet Peraih Emas Bakal Jadi Polisi
Teuku Tegar Abadi (22) peraih medali emas di Cabang Olahraga (Cabor) lompat galah, dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021, kini bisa tersenyum semringah.
Atlet muda asal Prunggahan Kulon Kabupaten Tuban, Jatim, yang sempat viral di media sosial (medsos) karena terekam kembali mencangkul sawah tanah garapan milik kedua orangtuanya, seusai membawa medali emas dari PON Papua itu, kini mulai terang nasib masa depannya.
Kabarnya, Tegar memperoleh penawaran langka dari pihak Polda Jatim untuk menjadi anggota kepolisian.
Baca juga: Video Diduga Penangkapan Pelaku Kasus Kriminal Viral di Sampang, Ini Kata Polres Sampang
Baca juga: Warga Sugio Lamongan Dihebohkan dengan Kemunculan Bunga Bangkai di Pekarangan Rumah
Penawaran untuk menjadi anggota kepolisian tersebut, disampaikan langsung oleh pihak Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jatim, saat mendatangi kediaman Tegar di Desa Sumberagung, Plumpang, Tuban.
Menurut Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Harry Kurniawan, pemberian kesempatan kepada Tegar menjadi anggota kepolisian, merupakan komitmen Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta memberi penghargaan terhadap atlet asal Jatim, yang berhasil menyumbangkan prestasi dalam ajang PON Papua.
Dan, ternyata, maksud baik Kapolda Jatim itu, sejalan dengan keinginan terpendam dari benak Tegar yang sejak lama bercita-cita mengabdi pada negara sebagai aparat kepolisian.
2. Bapak dan Anak Jatuh yang ke Jurang Gunung Ringgit Situbondo Berasal dari Tanggul Jember
Bapak dan anak yang jatuh dari Gunung Ringgit, Dusun Carron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, merupakan warga Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Mereka diketahui bernama Nimo (35) dan anak kandungnya bernama Wagil berusia 7 tahun.
Salah satu anggota rombongan, Solihin mengaku dirinya mendapat kabar terjadinya peristiwa adanya rombongan yang jatuh dari atas petilasan Raden Condrokusumo itu, setelah dikabare teman rombonganya yang ikut ke puncak gunung.
Baca juga: 5 Hari KMN Sumber Berkah Karam di Perairan Masalembu, Tim SAR Belum Temukan 8 Korban Hilang
Baca juga: 3 Jenazah Tertimbun Longsor di Nganjuk Ditemukan, 7 Korban Hilang Masih Dalam Pencarian Tim SAR
"Saya dapat kabar itu sekitar jam 08.00 WIB," ujar Solihin kepada Surya.
Solihin mengaku dirinya bersama rombongannya berangkat dari Tanggul, Jember dengan menggunkan dua unit mobil pada pukul 07.00 WIB.
Setibanya di Dusun Carron, rombongan langsung berziarah ke makam yang ada dibukit di sebelah utara jalan Pantura Situbondo.
3. Disangka Monyet yang Melompat, Ternyata Cucunya Jatuh ke Jurang di Gunung Ringgit Situbondo
Perjuangan dan kasih sayang orangtua terhadap anaknya sepanjang jalan. Pepatah ini pantas digelarkan kepada seorang bapak yang bernama Nimo, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Pria berusia 35 tahun ini nekat ikut terjun ke jurang untuk berusaha menyelamatkan anaknya yang terpeleset dan jatuh ke jurang saat ziarah ke Gunung Ringgit, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.
Akibat aksinya itu, ayah kandung Wakil jatuh ke dalam jurang sedalam 350 meter dari atas pegunungan.
Baca juga: Seekor Monyet Liar Ganggu Warga Kedung Asem, Sempat Lukai Bocah, Kini dievakuasi Damkar Probolinggo
Baca juga: Lima Warga Pamekasan Diserang Monyet Liar, Satu Orang Meninggal Dunia usai Digigit Tangannya
Sementara anaknya, tersangkut di ranting pohon yang sudah kering sedalam sekitar 50 meter.
Nenek Wagil menceritakan, pada saat rombongan sedang mengaji di Asta, tiba-tiba melihat ada yang jatuh atau melompat tak jauh dibelakangnya.
"Saya kira monyet yang lompat, tidak tahunya cucu saya yang jatuh, " kata Suni kepada Surya (Tribun Jatim Network).
4. Kerap Beraksi di Mikrolet & Bus Rute Surabaya-Mojokerto, Ini Tampang 2 Copet Modus 'Muntah Mendadak'
Plolong (37) warga Surabaya dan Dedy Tryana (51) warga Kediri, hanya bisa pasrah saat disergap oleh anggota Tim Antibandit Polsek Wonokromo Polrestabes Surabaya.
Mereka merupakan anggota komplotan copet kawakan yang beraksi menyasar warga pengguna moda transportasi umum, seperti mikrolet trayek Surabaya-Sidoarjo, dan bus minil trayek Krian-Mojokerto.
Modusnya, terbilang klasik. Komplotan itu akan membagi tugas. Satu diantara mereka akan memecah konsentrasi korbannya dengan berpura-pura muntah.
Baca juga: Aksi Copet di Pasar Pagi Tugu Pahlawan Dipergoki Warga, Tangan Pelaku Diikat Tali, Temannya Kabur
Baca juga: Aksi Copet Ketahuan, Beraksi di Tengah Vaksinasi Gelora Sepuluh November
Kemudian, saat korbannya mulai merasa terganggu lalu mulai menggeser tempat duduknya. Di situlah, dua orang pelaku lainnya, mulai menggasak barang bawaan korban. Entah itu, berupa ponsel, ataupun dompet.
Pelaku Dedy Tryana mengaku, sebelum merekayasa adegan muntah di dalam angkutan, bak pertunjukkan teater jalanan itu.
Dirinya akan menyimpan seteguk air di dalam rongga mulutnya itu, sebelum naik ke atas kendaraan angkutan.
---
Ikuti berita viral terpopuler dan berita Jatim terkini lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/akp-rini-pamungkas-saat-interogasi-komplotan-copet-yang-aksi-di-mikrolet-dan-bus.jpg)