Berita Surabaya
Hentikan Bansos Salah Sasaran, DPRD Surabaya Minta Optimalisasi Akurasi Data MBR
Hentikan pembagian bansos yang salah sasaran, DPRD Surabaya minta optimalisasi akurasi data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Dwi Prastika
Database masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau kurang mampu di kota ini harus dikelola dengan baik.
Terutama akurasi data dengan terus meng-update data terkini. Pantauan terhadap warga MBR harus dilakukan secara berkala.
Bisa tiga bulanan atau kurun waktu tertentu. Apakah mereka tetap dalam posisi berpenghasilan rendah atau sudah meningkat dan naik kelas.
"Harus ada sistem yang menjamin update data MBR. Jangan sampai ada warga yang punya mobil justru dapat bansos," ujarnya.
"Digitalisasi data KBR tak bisa ditawar lagi. Harus ada program pendataan khusus atau aplikasi yang menjangkau dan meng-update warga MBR. Semua intervensi pemerintah termasuk bansos, harus mengacu pada data ini," tegas Laila.
Terjunkan Petugas
Laila Mufidah menyebut, bansos yang tidak tepat sasaran menjadi semacam "menu wajib" bagi pihaknya saat reses. Warga tidak segan meminta anggota DPRD sebagai penyambung lidah warga untuk mengatasi persoalan klasik itu.
Wakil Katua DPRD ini mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang telah berusaha mengatasinya. Pemkot juga sudah melakukan pemutakhiran data MBR. Namun yang paling penting adalah petugas yang harus turun ke lapangan.
Ada proses menuju akurasi data. Mulai petugas yang turun langsung, mengecek kondisi riil, mensurvei, melakukan wawancara, dan melakukan kroscek. Tentu petugas tidak bisa berjalan sendiri.
“Petugas pemkot, bisa dari Dinsos, staf kecamatan atau kelurahan, wajib turun. Caranya dengan melibatkan RT dan RW sebentar. Hanya Pak RT atau minimal RW lah yang paling dekat dengan lokasi sehingga kondisi terkini warganya tahu,” lanjutnya.
Ketua RT Rungkut Tengah Eko Nikanto menuturkan, dirinya setuju jika dilakukan pemutakhiran data dengan melibatkan RT.
"Saya juga berharap demikian. Warga juga tidak bisa protes karena sudah akurat datanya. Lebih baik jika ada aplikasi yang mudah bagi kami untuk membantu pemutakhiran data," katanya.
Sebaiknya warga yang sudah naik kelas, menurut Eko, juga mengembalikan dan menyerahkan bansos kepada warga yang berhak.
Eko menyebut, ada warganya yang mengembalikan bansos karena merasa tidak berhak. Namun warga ini sendiri yang memilih mengalihkan bansos ke warga lain.
Selain masalah bansos, warga Rungkut Tengah juga curhat mengeluhkan fasilitas umum yang perlu ditingkatkan. Termasuk bagaimana mempercepat perbaikan paving dan saluran air menjelang musim hujan.
Laila pun akan memperjuangkan dan merealisasikan impian warga kepada dinas terkait. Baik akurasi penyaluran bansos maupun permintaan perbaikan fasilitas umum kampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wakil-ketua-dprd-kota-surabaya-laila-mufidah-saat-menggelar-reses-di-rungkut-tengah-surabaya.jpg)