Breaking News:

Berita Malang

Harga Minyak Goreng di Pasar Besar Malang Melonjak Tajam dalam Sebulan Terakhir

Harga minyak goreng di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam sebulan terkahir ini.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Rifki Edgar
Nur Yakin, pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Malang yang mengeluh atas kenaikan harga minya goreng dalam sebulan terkahir 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Harga minyak goreng di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam sebulan terakhir ini.

Kenaikan ini membuat sejumlah pedagang mengeluh, lantaran omset dari penjualan minyak goreng juga mengalami penurunan.

Nur Yakin, penjualan bahan kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Malang mengaku, bahwa harga minyak curah saat ini dibanderol seharga Rp 20.000 per liter dari sebelumnya hanya Rp 16.000.

Baca juga: Kaget Lihat Status WA Tetangga Kemalingan, Warga Probolinggo Ini Tak Sadar Ternyata Bernasib Serupa

Sedangkan untuk harga minyak goreng dalam kemasan dua liter berbagai merk, mulai dari Rp 32.000 sampai Rp 35.0000.

"Kenaikan harga minyak goreng ini sudah terjadi sejak sebulan lalu. Memang naiknya tidak langsung, tetapi dalam sebulan ini sudah mengalami beberapa kali kenaikan," ujarnya, Rabu (10/11/2021).

Baca juga: Pesta Berujung Petaka, Pria Asemrowo Ditusuk Botol Miras hingga Tewas di Villa Tretes Prigen

Harga yang melambung tinggi ini membuat Nur Yakin enggan untuk mengambil banyak stok minyak goreng.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian karena sepinya pembeli.

Baca juga: Bangkitkan Semangat Kepahlawanan, Satlantas Polres Malang Tampil Beda saat Jalankan Tugas

"Kalau biasanya yang membeli 100 persen, kini hanya 60 persen saja. Jadi menurun karena kenaikan harga minyak goreng ini," ucapnya.

Pria yang sudah puluhan tahun berjualan bahan kebutuhan pokok di Pasar Besar mengatakan, kenaikan harga minyak goreng ini bisa terpengaruh dari naiknya harga kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Nur Yakin pun berharap kepada pemerintah agar harga bisa kembali stabil dan penjualan bisa normal.

Pasalnya dengan harga yang ada saat ini, cukup banyak pihak yang merasa dirugikan dan terpaksa harus memutar otak lebih keras untuk bisa bertahan.

"Harapan kami pemerintah bisa segera mengambil tindakan untuk menekan harga minya goreng. Karena kenaikan ini berlangsung sudah sebulan lebih. Belum lagi habis ini natal dan tahun baru, kebutuhan bahan pokok nanti juga akan ikut naik," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved