Breaking News:

Berita Malang

Dokumen Warga Terdampak Banjir Mulai Diurus Oleh Tim Jemput Bola Satlantas Polresta Malang Kota

Setelah dua hari melakukan pendataan dokumen milik warga di wilayah terdampak banjir luapan Sungai Brantas, tim jemput bola Satlantas Polresta Malang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/KUKUH KURNIAWAN
Tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota saat melakukan pendataan dokumen penting milik warga Jalan Bougenville Bawah RT 1 RW 9, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru yang hilang akibat banjir luapan Sungai Brantas. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Setelah dua hari melakukan pendataan dokumen milik warga di wilayah terdampak banjir luapan Sungai Brantas, tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota mulai melakukan pengurusan.

Seperti diketahui, Satlantas Polresta Malang Kota telah membentuk tim jemput bola untuk membantu pengurusan dokumen warga yang hilang karena banjir luapan Sungai Brantas seperti KTP, STNK, SIM, BPKB, KK, maupun buku dan akta nikah.

Tim itu telah melakukan kunjungan kepada warga di dua lokasi terdampak banjir luapan Sungai Brantas. Yaitu, Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam RT 7 RW 6, Kecamatan Klojen atau biasa dikenal dengan Kampung Putih dan Jalan Bougenville Bawah RT 1 RW 9, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru.

Dari hasil pendataan tersebut, tim jemput bola Satlantas Polresta Malang Kota mencatat sebanyak 11 dokumen penting milik warga hilang akibat banjir bandang luapan Sungai Brantas. Dengan perincian, tiga STNK hilang, lima KTP dan tiga BPKB.

"Untuk saat ini hingga akhir bulan November nanti, petugas masih akan terus melakukan pendataan kepada warga terdampak luapan Sungai Brantas. Sehingga, apabila memang warga sudah memastikan dokumen tersebut hilang atau rusak akibat banjir, bisa segera menghubungi kami," ujar Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppi Anggi Khrisna kepada TribunJatim.com, Sabtu (13/11/2021).

Dirinya menjelaskan, setelah melakukan pendataan dan verifikasi, tim tersebut akan membuatkan surat keterangan sebagai bukti kehilangan.

"Karena ini menjadi salah satu syarat, untuk melakukan duplikasi dan pembokliran terhadap berkas dokumen sebelumnya yang hilang," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Yoppi ini mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melakukan pengurusan bagi masyarakat yang sudah terdata dan terverifikasi. Sehingga, tidak menunggu data dari masyarakat itu terkumpul semuanya.

"Memang pengurusannya secara kolektif, tetapi akan dilakukan secara berkala tidak menunggu hingga akhir batas pendataan," imbuhnya.

Yoppi berharap masyarakat terdampak banjir bisa segera mengecek dan memastikan, apakah ada dokumen-dokumen penting yang hilang atau rusak.

"Sehingga, petugas bisa segera cepat melakukan pendataan dan verifikasi, agar proses pengurusan juga lebih cepat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved