Transaksi Non Tunai di Kota Malang Tembus Triliunan, QRIS Jadi Gaya Hidup
Bank Indonesia (BI) Malang resmi meluncurkan QRISMA Festival 2026 di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang pada Senin malam (4/5/2026).
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Bank Indonesia Malang meluncurkan QRISMA Festival 2026 di Kayutangan Heritage untuk mendorong digitalisasi pembayaran.
- Kota Malang mencatat 73 persen transaksi non tunai di wilayah BI Malang, dengan pertumbuhan 182 persen.
- Festival menjadi upaya memperkuat ekosistem QRIS sekaligus mendorong UMKM dan ekonomi lokal berbasis digital.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bank Indonesia (BI) Malang resmi meluncurkan QRISMA Festival 2026 di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang pada Senin malam (4/5/2026).
Kegiatan ini menjadi dorongan kuat percepatan digitalisasi sistem pembayaran, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan Kota Malang dipilih sebagai lokasi perdana QRISMA karena capaian transaksi non tunai yang dinilai sangat signifikan.
“Sebanyak 73 persen transaksi di wilayah kerja BI Malang berasal dari Kota Malang. Bahkan pertumbuhannya mencapai 182 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Indra.
Dari sisi nominal, transaksi non tunai di Kota Malang juga mendominasi.
Nilainya mencapai Rp12,7 triliun atau sekitar 60 persen dari total transaksi di wilayah BI Malang.
Menurut Indra, angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan QRIS telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Baca juga: Libur Panjang Isra Miraj, Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang Diserbu Ribuan Wisatawan
Karena itu, QRISMA Festival dihadirkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Festival QRISMA 2026 digelar selama 5 hari, yakni mulai 4 hingga 7 Mei, dengan penutupan pada 8 Mei 2026.
"QRISMA ini bukan hanya untuk Kota Malang, tapi untuk UMKM dan masyarakat secara luas,"
"Kami ingin memperkuat ekosistem pembayaran digital agar ekonomi daerah semakin tumbuh," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi kolaborasi BI, OJK, dan perbankan dalam mendorong literasi keuangan dan penggunaan transaksi non tunai di Kota Malang.
Baca juga: Pasar Talun, Wisata Kuliner Tersembunyi di Tengah Perkampungan Kayutangan Heritage Malang
Ia menilai, kehadiran QRISMA Festival menjadi momentum penting dalam mengubah pola transaksi masyarakat, dari tradisional menuju digital.
"Ini yang kami sebut dari tradisi ke transaksi. Kawasan heritage seperti Kayutangan tetap mempertahankan nilai sejarah, tetapi kini diperkuat dengan sistem transaksi modern berbasis non tunai," ujarnya.
Bank Indonesia
QRISMA Festival 2026
Wahyu Hidayat
BI Malang
Indra Kuspriyadi
QRIS
Kayutangan Heritage
| Surabaya Punya Banyak Ruang Baca Menarik, Ini Lima Perpustakaan Bernuansa Modern hingga Alam |
|
|---|
| Wali Kota Malang Minta Wisuda Digelar Secara Sederhana: Tak Boleh Ada Pungutan Biaya di Sekolah |
|
|---|
| Apa itu Rupiah Undervalued? BI Ungkap Perang Iran-AS Berdampak ke Nilai Tukar |
|
|---|
| Meski Capaian Masih Jauh dari Ideal, Pemkot Malang Pilih Pertahankan daripada Memperluas RTH |
|
|---|
| Panen Cabai di Kota Malang, Walikota Soroti Selisih Harga Petani dan Pasar Sangat Jauh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Wali-Kota-Malang-Wahyu-Hidayat-bersama-Kepala-Kantor-Perwakilan-Bank-Indonesia-Malang.jpg)