Breaking News:

Berita Jatim

Desa di Nganjuk Siaga Bencana, Biddokkes Polda Jatim Bekali Ratusan Warga Skill Mitigasi Bencana

Sekitar 100 orang warga Desa Kepel, Ngetos, Nganjuk, dilatih kemampuan tanggap bencana oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/Istimewa
Saat Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr. Erwin Zainul Hakim dan Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang ikut memasang papan penunjuk area evakuasi warga untuk petunjuk mitigasi bencana 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekitar 100 orang warga Desa Kepel, Ngetos, Nganjuk, dilatih kemampuan tanggap bencana oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim.

Mereka terdiri dari anggota TNI-Polri, BPBD, pengurus Desa Tangguh Bencana (DESTABA) Desa Kepel, Linmas Desa Kepel, anggota perguruan silat, Banser, dan warga Dusun Burikan, Desa Kepel.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali warga kemampuan mitigasi bencana yang berpotensi terjadi di kawasan permukiman mereka.

Para warga diberi pemahaman untuk bisa mengambil langkah yang tepat dalam proses mitigasi, saat terjadi bencana. 

Baca juga: Forkopimda Sambut Kapolres Nganjuk yang Baru AKBP Boy Jeckson Situmorang dengan Silaturahmi

Mulai dari menolong para korban luka atau meninggal, kemudian orang kalangan rentan. Termasuk memberikan sinyal darurat tanda peringatan awal kemunculan bencana.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr. Erwin Zainul Hakim mengatakan, melalui pembekalan kemampuan mitigasi bencana itu, masyarakat tidak ditempatkan sebagai objek belaka.

Namun, juga sebagai subjek dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana yang terjadi di kawasan tempat tinggal.

Baca juga: Awas! Kendaraan yang Parkir Sembarangan di Ponorogo Bakal Digembok, Ini Syarat Kalau Mau Dibuka

"Masyarakat bisa menjadi subyek dengan cara memberikan pertolongan pertama kepada korban apabila terjadi bencana," katanya, Kamis (18/11/2021).

Melalui pelatihan tersebut, dr Erwin berharap, Desa Kepel akan menjadi pilot project dari pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

"Dengan pelatihan ini kita berharap segenap unsur masyarakat, khususnya Dusun Burikan, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, bisa mengerti dan memahami harus berbuat bagaimana bila terjadi bencana alam," pungkas dr Erwin.

Baca juga: Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Capai Ribuan Orang dan Didominasi Usia Produktif, Ini Langkah KPAD

Sementara itu, Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang mendukung sepenuhnya program pembinaan warga untuk tanggap bencana yang diinisiasi oleh Biddokkes Polda Jatim.

Apalagi, karakter geografis wilayah Nganjuk yang sebagian besar berupa dataran tinggi, dan lembah. Maka, pelatihan mitigasi bencana terhadap warga dinilai sangat berguna sebagai langkah preventif menghadapi potensi bencana.

Di lain sisi, pelatihan tersebut juga berguna membekali kemampuan penanganan mitigasi bencana bagi anggota jajaran Polres Nganjuk yang bertugas melayani masyarakat Nganjuk.

"Kondisi geografis wilayah Kabupaten Nganjuk yang berkontur dataran tinggi dan lembah, baik di wilayah utara maupun selatan, tentu harus diantisipasi dalam kondisi cuaca yang akab datang," ungkap Boy Jeckson.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved