Breaking News:

Berita Jember

Kisah Petani Tembakau Jember Ikut Program Kemitraan, Punya Lahan 2 Hektar dan Biayai Anak Kuliah

Program kemitraan disebutkan sebagai salah satu solusi terbaik untuk memajukan kembali komoditas yang dijuluki ‘emas hijau’ tersebut.

Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Petani tembakau di Jember saat memanen tembakau di lahan 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Tembakau masih menjadi salah satu komoditas unggulan sektor pertanian di Indonesia.

Daerah yang menjadi sentra produksi tembakau tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jember, Jawa Timur.

Tembakau adalah salah satu penopang perekonomian masyarakat Jember.

Pada rapat koordinasi yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jember beberapa waktu lalu, Bupati Jember H. Hendy Siswanto menyatakan perlunya peningkatan pola sinergi untuk memajukan kembali komoditas tembakau di kabupaten ini.

Baca juga: Banjir di Jember Datang Ketika Warga Masih Tidur, Terbangun Air Sudah Mengepung Rumah

Rakor yang melibatkan perwakilan pengusaha, petani, serta akademisi ini membahas potret pertanian tembakau Jember secara menyeluruh, mulai dari perihal tanam, hasil panen hingga pemasaran dan program kemitraan.

Program kemitraan disebutkan sebagai salah satu solusi terbaik untuk memajukan kembali komoditas yang dijuluki ‘emas hijau’ tersebut.

Salah satu petani tembakau asal Jember yang sudah merasakan manfaat dari program kemitraan adalah Mursidi.

Dari total sembilan tahun menggeluti profesi sebagai petani tembakau, Mursidi tergabung dalam program kemitraan selama lima tahun terakhir. Ia mengaku merasakan betul perbedaan antara sebelum dan sesudah menjadi petani mitra.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Ponpes Ar Rosyid Jember Terendam Banjir, 5 Rumah Terancam Akibat Tanah Longsor

“Dampaknya ke ekonomi itu lebih enak sekarang sebagai mitra. Sebagai mitra, penjualannya lebih enak,” kata Mursidi yang menggantungkan perekonomian keluarga pada tembakau sejak 2012 ini.

Sebelum menjadi petani mitra, tak semua proses perjalanannya sebagai petani tembakau berlangsung mulus. Pada 2015, Gunung Raung di Jawa Timur meletus. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas hasil pertanian tembakau dan harga tembakau anjlok.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved