Breaking News:

Berita Trenggalek

Bupati Mas Ipin Optimistis Trenggalek Bisa Turun ke PPKM Level 1 Jelang Natal dan Tahun Baru

Bupati Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin optimistis Trenggalek bisa turun ke PPKM Level 1 jelang Natal dan Tahun Baru.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tinjau vaksinasi Covid-19 di Trenggalek, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin merasa optimistis level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten yang ia pimpin bisa turun ke level 1 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepercayaan diri itu merujuk pada capaian vaksinasi Covid-19 (virus Corona) yang menurutnya meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Mas Ipin, sapaan Mochamad Nur Arifin menjabarkan, capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Trenggalek melampaui 60 persen. Sementara capaian vaksinasi lansia di atas 40 persen.

“Target kami, pada Natal dan Tahun Baru nanti, setidaknya 70 persen warga sudah divaksin dosis pertama,” kata politisi PDI Perjuangan itu, Selasa (23/11/2021).

Menurut Mas Ipin, dengan capaian vaksinasi Covid-19 saat ini, Kabupaten Trenggalek sebenarnya sudah bisa masuk dalam kategori PPKM Level 2.

Karena itu, pihaknya berkeinginan agar capaian vaksinasi lebih. Sehingga level tersebut bisa lebih turun.

“Apabila dilihat dari sisi jumlah kasus, positive rate, dan angka kematian, kita harusnya level 1. Tapi karena capaian vaksin, maka kita masuknya masih level 2,” tuturnya.

Digenjotnya vaksinasi Covid-19 jelang Nataru juga agar risiko lonjakan kasus bisa diminimalisir.

Mas Ipin mengatakan, kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan aktivitas ketika Nataru masih belum diketahui secara pasti.

Baca juga: Kejar PPKM Level 2, Bupati Trenggalek Mas Ipin Genjot Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

“Kita belum tahu kebijakan pemerintah seperti apa. Kalau ada pembatasan, risiko mungkin bisa ditekan. Tapi bila pembatasannya tidak begitu ketat, tentu risikonya akan tinggi. Semoga nanti masyarakat sudah punya cukup antibodi yang bisa untuk melawan virus melalui vaksin,” sambungnya.

Pemkab Trenggalek, kata dia, akan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat terkait kebijakan saat momentum Nataru.

Termasuk apabila pihaknya harus menerapkan pembatasan-pembatasan untuk menekan angka penularan Covid-19.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved