Berita Travel

Cicipi Nikmatnya Gurame Cenghar ala Mang Engking Batu, Serasa Makan di Pedasaan Sunda

Menikmati kuliner dengan suasana rindang pedesaan ditambah alunan musik yang menenangkan akan memberikan sensasi tersendiri. Hawa sejuk berpadu semili

TribunJatim/Luthfi Husnika
Menikmati berbagai kudapan di Mang Engking Batu, salah satunya Gurame Cenghar bercita rasa asam dan segar. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU- Menikmati kuliner dengan suasana rindang pedesaan ditambah alunan musik yang menenangkan akan memberikan sensasi tersendiri. Hawa sejuk berpadu semilir angin akan membuat tubuh semakin rileks dan nyaman. 

Hal tersebut bisa didapatkan di Mang Engking Batu. Restoran yang mengusung nuansa pedesaan ala Sunda ini menyajikan panorama yang akan memanjakan mata para pengunjung. 

Memasuki kawasan restoran, pengunjung akan disuguhkan gubug-gubug makan lesehan lengkap dengan dekorasinya. Nuansa serba cokelat serta bangunan berbahan kayu-kayuan menambah suasana nyaman. 

Meski terletak di pinggir jalan raya besar, Mang Engking Batu tidaklah bising. Bahkan saat masuk kawasan restoran, pengunjung akan merasa seperti berada di kawasan lain, yakni alam pedesaan Sunda. 

"Konsep Mang Engking Batu ini memang mengusung nuansa khas alam Sunda. Pengunjung yang datang akan kami ajak menikmati suasana di pedesaan Sunda ini seperti apa. Mereka akan dimanjakan dengan suasana di sini," ungkap Galih Sari Putri Palupi Marketing Mang Engking Batu.

Baca juga: Nikmatnya Pincukan Tawon, Sajian Langka di Kota Batu Berbahan Dasar Sarang Lebah Madu, Cuma Rp7 Ribu

 Ditemui di restoran yang terletak di Jalan Ir. Soekarno No 129, Beji, Junrejo, Batu ini, Galih mengatakan, konsep pedesaan Sunda yang ditawarkan oleh Mang Engking Batu sengaja dibuat supaya membedakannya dengan rumah makan lain. 

Jika rumah makan pada umumnya mengusung konsep tradisional semi modern, Mang Engking Batu ingin membawa pengunjung merasakan keasrian suasana desa. 

"Untuk menambah suasana asri, kami juga putarkan musik-musik tradisional Sunda. Musik ini akan mengiringi pengunjung sembari menyantap kudapan di Mang Engking Batu. Perpaduan suasana dan musik ini tidak jarang membuat pengunjung ngantuk. Bahkan ada anak-anak yang sambil rebahan dan leyeh-leyeh," ungkap Galih. 

Baca juga: Menikmati Durian di Kafe Abundacio Milik Abah Anton, Tawarkan Rasa Nikmat dan Pemandangan Pegunungan

Restoran berkapasitas mencapai 1000 orang ini memiliki 16 gubungan. Masing-masing gubug ada yang berkapasitas 4 hingga 20 orang. Tak hanya itu, Mang Engking Batu juga memiliki space unik yakni tempat makan berbentuk perahu. 

Ada 7 tempat makan berbentuk perahu permanen yang tersedia. Satu perahunya bisa diisi 4-5 orang. Biasanya, tempat ini menjadi kesukaan keluarga yang membawa anak kecil. 

"Untuk space perahu ini relatif lebih aman. Selain karena perahu permanen juga pinggirannya lebih tinggi. Jadi aman jika membawa anak," katanya. 

Baca juga: Matahari Terbit dan Segelas Teh Hangat di Bukit Kuneer Malang

Gubugan maupun space perahu ini memang berada di atas kolam ikan yang memanjang dari depan sampai area belakang. Berbagai macam ikan hias tersebar di sana. Ini juga yang menjadi daya tarik Mang Engking Batu

"Jadi bisa makan sembari kasih makan ikan. Misal menunggu masakan matang, biasanya tamu sambil beri makan ikan. Makanan ikannya kami juga jual di sini. Ikan-ikan di kolam kami biarkan berkembangbiak secara alami. Jadi sudah seperti habitatnya," papar Galih. 

Selaim suasana asri dan menenangkan berbagai kudapan menarik mulai dari Gurami Cenghar hingga Karedok tersedia di Mang Engking Batu. Gurame Cenghar sendiri menjadi salah satu menu signature dan limited di sana. 

Berbeda dengan olahan gurame kebanyakan, Gurame Cenghar diolah dengan cara dibakar langsung tanpa proses penggorengan. Ikan gurame fresh yang selesai dibersihkan dibakar menggunakan bumbu rahasia dan rempah. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved