Breaking News:

OTT KPK di Probolinggo

KPK Periksa Dua Anak Hasan Aminuddin sebagai Saksi Kasus Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari

Penyidik KPK periksa dua anak Hasan Aminuddin sebagai saksi kasus yang menyeret nama Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/ Danendra Kusuma
Penampakan Mapolresta Probolinggo. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua anak Hasan Aminuddin, Zulmi Noor Hasani dan Dini Rahmania untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Keduannya diperiksa sebagai saksi terkait kasus seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo 2021 dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Mapolresta Probolinggo, Kamis (25/11/2021).

"Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021 dan TPPU untuk tersangka PTS (Puput Tantriana Sari)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jatim Network).

Selain dua anak Hasan Aminuddin, penyidik KPK juga memeriksa 11 saksi lain.

Saksi tersebut, yakni mahasiswa Hayu Kinanthi Sekar Maharani, petani Abdul Wasik Hannan, pensiunan Polri/Guru Pondok Hati/Tokoh Masyarakat Randu Merak Hasani, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra, dan Direktur CV Atsil Hidayah Taufiq Hidayat.

Lalu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Probolinggo Anang, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Terpadu Saiful Farid Cahyono Bhakti, pihak swasta (PT Sumber Alfaria Trijaya) Suryadi, karyawan PPK Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Edi, PNS Abdul Bari dan Absir Wahyudi.

Pemeriksaan mulai dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB. 

"Total ada 13 saksi yang diperiksa hari ini," ujar Ali Fikri.

Baca juga: Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Gratifikasi Puput Tantriana Sari

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo terkait kasus dugaan jual beli jabatan kepala desa, Senin (30/8/2021).

Kasus tersebut menyeret Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, Doddy Kurniawan (DK), aparatur sipil negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, serta Muhammad Ridwan selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo sebagai tersangka penerima.

Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho'im (KO).

Selanjutnya, Akhmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsudin (SD).

Saat ini, seluruh tersangka sudah ditahan oleh KPK.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved