Breaking News:

Berita Surabaya

Kabur ke NTT untuk Habiskan Uang Hasil Kejahatan, Debt Collector Dicocok Polisi saat Balik Surabaya

Sebuah perusahaan bergerak di bidang pembiayaan diakali oleb karyawannya sendiri. Seorang karyawan bidang penagihan atau bedt collkector

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
ISTIMEWA
Ilustrasi kasus penipuan di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah perusahaan bergerak di bidang pembiayaan diakali oleb karyawannya sendiri.

Seorang karyawan bidang penagihan atau bedt collector,menggelapkan uang sebesar 12 juta rupiah hasil dari penagihan konsumen yang tak disetorkan.

Kejadian itu menimpa CV Jaya Abadi yang berkantor di Jalan Semalang Indah Surabaya, Mei 2021 lalu.

Pelakunya adalah Totok Aprilianto (30) Warga Desa Semanding Timur, Tuban. Ia beraksi sejak Februari 2021 hingga ketahuan Mei 2021.

Baca juga: Ditinggal Sarapan Tapi Lupa Cabut Kunci, Motor Vario Amblas, Kakak Korban; Padahal Baru Diservis

"Kerugian perusahaan diketahui saat pemilik perusahaan melakukan audit pada Mei 2021 lalu. Ada total 12 juta uang milik perusahaan yang didapat dari tagihan konsumen tidak disetorkan oleh pelaku," ujar Kapolsek Sukolilo, AKP M Sholeh melalui Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin, Senin (29/11/2021).

Setelah berhasil menggasak uang tersebut dan ketahuan, Totok memilih kabur ke luar pulau di Nusa Tenggara Timur untuk menghabiskan uang hasil penggelapan itu.

"Pelaku buron sejak tujuh bulan lalu. Jadi kabur pada Mei 2021 pada saat ketahuan oleh perusahaan," imbuhnya.

Polisi kemudian mendapat informasi keberadaan Totok di Tuban pada Sabtu (27/11/2021) siang.

Buronan itu akhirnya diringkus di rumahnya oleh tim opsnal Polsek Sukolilo tanpa perlawanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved