Virus Corona
Virus Corona Terus Bermutasi, Mengapa? ini Penjelasan Kata Ahli Patologi dan Cara Mencegahnya
Hampir dua tahun, virus Corona masih terus mutasi. Lantas, mengapa virus Corona terus bermutasi?
TRIBUNJATIM.COM - Masa pandemi Covid-19 hingga kini masih belum berakhir.
Hampir dua tahun, virus Corona masih terus mutasi.
Lantas, mengapa virus Corona terus bermutasi?
Berikut penjelasan menurut ahli patologi dilansir dari Kompas.com, Kamis (9/12/2021).
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, virus Corona melakukan mutasi karena mereka ingin bertahan hidup di dalam inangnya.
Baca juga: Cara Memantau Sebaran Virus Corona Varian Baru Omicron, ini Linknya, 42 Negara Sudah Lapor
"Pemahaman saya sampai saat ini, virus Corona itu bermutasi tidak untuk menjadi lebih ganas, tapi lebih mudah menyebar dengan cara lebih bisa untuk menghindari sistem imun," ujar Tonang.
Menurut Tonang, hal itu membuat virus tersebut mampu bertahan hidup, beradaptasi, sekaligus keberadaannya tidak terhenti.
"Bahkan dapat terjadi bahwa mutasi dilakukan untuk mengelabuhi sistem imun itu, terpaksa diikuti menurunnya keganasan," lanjut dia.
Baca juga: Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Indonesia? Simak Kata Pakar, Belajar dari Sebaran Varian Delta
Terinfeksi tanpa gejala
Dengan demikian, Tonang menambahkan, proporsi atau persentase orang yang terinfeksi tanpa gejala, dengan gejala ringan-sedang dan yang sampai berat-kritis, termasuk proporsi yang terpaksa berakhir fatal, kurang lebih tetap sama.
Ketika penyebaran virus yang kian meluas atau grafik kasus harian yang kembali naik, maka jumlah pasien yang memerlukan penanganan juga menjadi lebih banyak.
Apabila kondisi tersebut terjadi maka berpotensi melampaui batas kemampuan sistem pelayanan kesehatan, pelayanan sosial (terutama pelaksanaan isolasi dan pemakanan).
"Bila yang harus dirawat melebihi kapasitas perawatan di rumah sakit, maka perawatan menjadi tidak optimal," ujar Tonang.
Baca juga: 6 Negara di Asia Laporkan Kasus Covid-19 Varian Omicron, 2 Diataranya Negara Tetangga Indonesia
Penyebab virus bermutasi
Hal serupa juga dijelaskan oleh Wakil Kepala Bidang Penelitian Translasional di Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof dr David H Muljono SpPD-FINASIM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-atau-covid-19-7-juli-2020.jpg)