Nyeri Lutut dan Panggul Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Sinyal Kerusakan Sendi
Nyeri pada lutut dan panggul tidak hanya dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun, bahkan sejak usia produktif tetap bisa muncul
Ringkasan Berita:
- Nyeri lutut dan panggul kini banyak dialami usia produktif akibat aktivitas fisik
- Tidak semua kasus membutuhkan operasi, bisa ditangani dengan terapi konservatif
- Pemeriksaan medis penting untuk mengetahui penyebab dan mencegah kondisi memburuk
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nyeri pada lutut dan panggul tidak hanya dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun.
Bahkan sejak usia produktif, keluhan ini dapat muncul, terutama pada individu yang aktif berolahraga, melakukan aktivitas fisik berat, atau memiliki riwayat cedera.
Gerakan berulang yang memberi tekanan pada sendi dapat menjadi pemicu utama.
Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat menjadi tanda awal gangguan sendi.
Dijelaskan oleh dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes., Sp.OT(K), di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
“Lutut dan panggul merupakan dua sendi utama yang berfungsi sebagai penopang utama tubuh serta menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, berdiri, naik turun tangga, hingga berolahraga. Karena keduanya selalu digunakan, gangguan struktural atau fungsional pada sendi ini dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan gerak, dan bila berlangsung lama, secara signifikan memengaruhi kualitas hidup seseorang,” tuturnya.
Pada tahap awal, keluhan sering terasa ringan seperti rasa tidak nyaman saat berjalan jauh atau nyeri setelah melakukan aktivitas tertentu.
Baca juga: Kenalkan Sinus Center, Mayapada Hospital Beri Solusi Pemulihan Sinusitis yang Lebih Cepat dan Nyaman
Peran Penting Lutut dan Panggul
Namun, karena gejalanya kerap diabaikan, banyak orang menunda pemeriksaan karena khawatir harus menjalani operasi, padahal tidak semua kasus nyeri sendi memerlukan tindakan pembedahan.
Menanggapi hal tersebut, dr. Sunaryo menyampaikan bahwa dalam banyak kasus, nyeri sendi dapat ditangani melalui terapi konservatif, seperti fisioterapi, latihan penguatan otot, manajemen berat badan, dan penggunaan obat antiinflamasi.
Baca juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Pusat Layanan Kardiovaskular Terpadu
“Untuk memastikan penyebab nyeri secara tepat, pasien tetap perlu menjalani evaluasi medis, yang meliputi wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti X-ray atau MRI untuk melihat kondisi struktur sendi secara lebih detail,” tambah dr. Sunaryo.
Dengan perhatian sejak dini terhadap kesehatan tulang dan sendi, berbagai aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih aman dan nyaman.
Penanganan Tanpa Operasi
Penanganan yang tepat juga membantu menjaga fungsi sendi serta kualitas hidup dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari layanan kesehatan yang menyeluruh, pasien dengan keluhan pada tulang dan sendi dapat menjalani pemeriksaan di Orthopedic Center Mayapada Hospital.
Layanan ini mencakup penanganan berbagai gangguan muskuloskeletal, mulai dari nyeri otot dan sendi hingga pencegahan dan pemulihan cedera, dengan pemeriksaan komprehensif yang didukung teknologi diagnostik modern serta tim dokter multidisiplin yang berpengalaman.
Selain penanganan medis, bagi Anda yang ingin mencegah cedera dan meningkatkan performa fisik, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan komprehensif, mulai dari skrining, pencegahan, hingga penanganan cedera, serta program peningkatan performa untuk aktivitas sehari-hari atau olahraga.
Nyeri lutut
Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Mayapada Hospital
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| KPK: Mayoritas Koruptor Laki-Laki, Manfaatkan Sirkel dan Wanita Simpanan |
|
|---|
| Kapal Berisi Hadiah dari China untuk Iran Disita Amerika di Dekat Sumatra, Trump: Begitulah Perang |
|
|---|
| Tangisan Bunga Zainal saat Live TikTok Viral, Kakak Soroti Konflik Keluarga |
|
|---|
| Angkatan Laut Amerika Dibikin Tak Berkutik oleh Armada Nyamuk Iran di Selat Hormuz, Susah Dilacak |
|
|---|
| Dorong Pertumbuhan Produk Inovatif, Motorola Indonesia dan PT Erajaya Swasembada Gandeng Kerjasama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Orthopedic-Center-Mayapada-Hospital.jpg)