Breaking News:

Berita Jatim

Jadi DPO, Anak Tokoh Agama Jombang Tersangka Rudapaksa Santriwati Bakal Dijemput Paksa

-MSAT (46) putra seorang pemuka agama di Ploso, Jombang, yang berstatus tersangka atas dugaan kasus rudapaksa gadis yang merupakan santriwatinya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/ Luhur Pambudi
(kiri) Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto (tengah), Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Trimulyanto (kanan) saat ditemui awak media di Mapolda Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-MSAT (46) putra seorang pemuka agama di Ploso, Jombang, yang berstatus tersangka atas dugaan kasus rudapaksa gadis yang merupakan santriwatinya, resmi dicatat dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jatim.

Pasalnya, MSAT diangap oleh penyidik tidak kooperatif, lantaran berkali-kali mangkir dari proses penyidikan yang harus dijalaninya, atas dugaan perkara tersebut.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menegaskan, setelah diterbitkannya surat DPO atas nama MSAT, pihaknya akan menjemput paksa tersangka dari tempat dirinya berada.

Baca juga: Pengacara Pria Penendang Sesajen Keberatan Klien Langsung Berstatus Tersangka: Bukan Pelaku Kriminal

"Kami sudah menerbitkan (surat) DPO, untuk selanjutnya kami akan melaksanakan upaya paksa, tinggal teknis waktunya akan kami atur kemudian," ujarnya di Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Jumat (14/1/2022).

Totok menerangkan, pihaknya dalam hal ini, penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, telah melayangkan surat pemanggilan pertama, pada Jumat (7/2/2022) kemarin, seusai berkas kasus yang menjeratnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Jatim atau P-21, pada Selasa (4/1/2022).

Namun, dari pihak pengacara menyampaikan, bila MSAT sedang sakit sehingga tidak memungkinkan untuk memenuhi agenda pemanggilan tersebut, dan meminta waktu hingga Senin (10/1/2022).

"Pemanggilan kedua tanggal 10 Januari kami telah layangkan, namun yang bersangkutan tidak hadir, untuk keterangan tidak hadirnya sampai sekarang kami belum dapat fakta itu," jelasnya.

Bahkan, penyidik sempat mendatangi kediaman MSAT untuk mengantarkan surat perintah yang berisi informasi yang menghendaki petugas untuk membawa tersangka.

Namun, upaya penyidik itu, malah dihadang ratusan massa yang bersiaga di sekitar area kompleks lembaga pendidikan yang dikelola orangtua MSAT.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved