Berita Gresik

Terjawab Misteri Penyebab Ada Swab Test Tanpa Izin di Terminal Bunder Gresik, Ratusan Juta Terkumpul

Klinik Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto mengaku kapok menggelar Swab Test masal tanpa izin di Terminal Bunder. Kerjasama dengan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Swab Test tanpa izin di kawasan Terminal Bunder Gresik, Selasa (18/1/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Klinik Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto mengaku kapok menggelar swab test massal tanpa izin di Terminal Bunder. Kerjasama dengan PT Arsad Sumber Daya Mandiri melakukan Swab Antigen 697 orang batal digelar menyeluruh.

Pimpinan Klinik Gajah Mada, Solihudin mengatakan sudah tidak lagi menggelar swab test untuk PT Arsad Sumber Daya Mandiri. Ratusan calon pekerja yang terlanjur bayar uang swab test sebagai syarat masuk perusahaan mie instan terancam tidak jelas jluntrungnya.

"Sudah tidak lagi, cukup kemarin saja, silahkan tanya PT Arsad Sumber Daya Mandiri bu Ivo," kata Solihudin saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Solihudin mengaku peristiwa pembubaran swab antigen di Terminal Bunder itu membuatnya tidak mau tahu lagi nasib calon pekerja. Para pemuda baru lulus sekolah yang datang dari Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo hingga Jombang itu harus gigit jari.

Baca juga: Hari Ini Buruh di Jatim akan Demo, Tolak Penonaktifan Peserta BPJS Kesehatan

Dari total 697 orang, hanya 250 orang saja yang baru selesai dilaksanakan Swab Antigen. Sisanya sebanyak 447 calon pekerja yang kadung datang dari luar kota menunggu di emperan stan Terminal Bunder tidak jelas nasibnya, dan memilukan.

Padahal mereka sudah dijanjikan bekerja di bagian produksi perusahaan mie instan. Solihudin enggan menjawab uang swab test sebesar Rp 150 ribu per orang itu akan dikembalikan atau tidak.

"Tidak tahu, saya hanya dimintai tolong teman saya Fauzi suami Ivo (Direktur PT Asdar Sumber Daya Mandiri)," kata dia.

Total sekitar Rp. 104.550.000 dana terkumpul dari biaya Swab Test yang dibebankan calon pekerja oleh PT Asdar Sumber Daya Mandiri. Disinggung mengenai lokasi Swab Test di terminal Bunder yang diketahui stan milik PT APPROG Jaya selaku penyewa, Solihudin juga mengaku tidak tahu.

"Perdana saya kesana, sekarang tidak lagi kapok. Kemarin sore suami bu Ivo, Fauzi (pimpinan PT APPROG JAYA) meninggal dunia, tadi saya kesana, sekarang saya di Jombang," terangnya.

Indikasi penipuan berkedok lowongan kerja tercium dari gelagat PT Arsad Sumber Daya Mandiri. Direktur PT Arsad Sumber Daya Mandiri, Ivo Vientina Kurnia Hastutie dihubungi melalui sambungan seluler tidak kunjung merespon hingga berita ini diturunkan. Wanita berkacamata asal Mojokerto ini juga menjabat di PT APPROG Jaya bersama sang suami Fauzi yang dikabarkan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penelusuran, PT APPROG Jaya tersangkut kasus penipuan di Polres Gresik. Fauzi telah ditetapkan tersangka sekitar bulan November 2021 karena melakukan aksi penipuan lowongan kerja Satpam.

"Total korban 900an membayar jutaan ke PT APPROG Jaya, sampai sekarang uang korban belum ada dikembalikan," kata Abdullah Syafii kuasa hukum calon tenaga kerja.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Fauzi bersama istrinya Ivo Vientina Kurnia Hastutie membuat PT Arsad Sumber Daya Mandiri saat itu, lokasi kantornya di GKB, ternyata juga tidak ada. Mereka berdua lowongan kerja, pada bulan November dan Desember 2021, para pekerja ditarik uang dipekerjakan di pabrik mie instan, faktanya tidak ada pekerja yang diterima.

Unggahan lowongan kerja tersebar di media sosial, para pencari kerja yang tertarik menghubungi nomor telephone yang tercantum. Kemudian para pencari kerja masuk dalam grup Whatsapp. Setiap daerah ada koordinator, seperti Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Lamongan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved