OTT KPK di Probolinggo

Kasus Dugaan Suap Bupati Probolinggo Nonaktif dan Suami Disidangkan, Didakwa Terima Uang Rp 360 Juta

Kasus dugaan suap atau jual beli jabatan Bupati Probolinggo nonaktif dan suami disidangkan, mereka didakwa terima uang Rp 360 juta.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Kasus dugaan korupsi dengan terdakwa anggota DPR RI, Hasan Aminuddin, beserta istrinya, Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (25/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Kasus dugaan korupsi dengan terdakwa anggota DPR RI, Hasan Aminuddin, beserta istrinya, Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (25/1/2022).

Sidang yang dipimpin Hakim Dju Johnson Mira Mangngi digelar secara daring. Terdakwa Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana Sari tetap berada di gedung KPK, mendengarkan dakwaan jaksa secara online. 

Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana Sari didakwa pasal 12 huruf a UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca juga: Zulmi Noor Hasani Anak Hasan Aminuddin Diperiksa KPK, Bantah Pegang Sejumlah Proyek di Probolinggo

“Ya, ada tiga dakwaan komukatif untuk kedua terdakwa,” kata JPU Wawan Yunarwanto, jaksa KPK yang menyidangkan perkara ini. 

Hasan dan Tantri merupakan terdakwa terakhir yang disidangkan. Dari 22 orang terdakwa dalam perkara itu, semua sudah proses sidang. 

“Total ada 22 orang terdakwa. Terdiri dari 18 pemberi suap dan empat penerima suap,” lanjut jaksa Wawan.

Total uang yang diberikan dalam perkara ini ada Rp 360 juta. Rinciannya, Rp 20 juta dari Kades Karangren, Rp 240 juta dari Krejengan, dan Rp 100 juta dari Paiton.

“Sidang para kades atau terdakwa pemberi suap sudah masuk tahap pemeriksaan saksi. Sedangkan sidang terhadap dua camat penerima sudah masuk tuntutan,” ungkapnya.

Kasus yang menjerat mereka adalah dugaan suap terkait seleksi atau jual beli jabatan penjabat kepala desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021. 

Hasan dan istrinya terjerat sebagai penerima suap bersama Camat Krejengan, Doddy Kurniawan dan Camat Paiton, Muhamad Ridwan. 

Sementara 18 orang lainnya merupakan pemberi suap, yakni Pejabat Kades Karangren, Sumarto. Lalu ada Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad Bambang, dan Masruhen.

Kemudian Abdul Wafi, Kho’im, Ahkmad Saifullah, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nuruh Huda, Hasan, Sahir, Sugito, dan Samsuddin.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved