Berita Probolinggo

Ketiban Rejeki Nomplok, Imlek Bawa Berkah buat Pengepul Daging Rajungan dan Kepiting di Probolinggo

Para pengepul daging ranjungan dan kepiting di Kabupaten Probolinggo ketiban rejeki nomplok usai terima banyak pesanan jelang perayaan Imlek.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Para emak-emak tengah memisahkan daging kepiting dan rajungan dari cangkangnya, Senin (31/1). 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Para pengepul daging ranjungan dan kepiting di Kabupaten Probolinggo ketiban rejeki nomplok usai terima banyak pesanan jelang perayaan Imlek.

Sebagai informasi, olahan rajungan dan kepiting ini memang jadi salah satu makanan khas yang dihidangkan saat perayaan Imlek

Pengepul daging ranjungan dan kepiting bisa dijumpai di Desa Curah Dringu, Tongas, Kabupaten Probolinggo. Jumlah para pengepul di sana bahkan berjumlah puluhan orang. 

Kala mengunjungi salah satu rumah produksi milik Kusnadi (58), para pekerja yang didominasi emak-emak tampak sibuk mengukus rajungan dan kepiting. 

Setelah matang, mareka memisahkan daging rajungan dan kepiting dari cangkangnya. 

Mereka mengupasnya menggunakan alat sederhana, seperti gunting, tangan, dan silet. 

Baca juga: Kenapa Selalu Turun Hujan Jelang dan Saat Perayaan Tahun Baru Imlek? Begini Penjelasan BMKG

Kusnadi mengatakan khusus di momen perayaan Imlek pesanan daging ranjungan dan kepiting mencapai 1 sampai 2 ton setiap minggunya. 

Bila dipersentasekan, tingkat penjualannya naik hingga 60 persen.

"Di luar momen perayaan Imlek penjualannya tak sampai 1 ton. Saat ini, kami banjir pesanan. Omzet otomatis naik sekira 60 persen," katanya, Senin (31/1). 

Ia menyebut, konsumen yang memesan daging rajungan dan kepiting tak hanya bersal dari dalam negeri saja. 

Kusnadi juga mengekspornya ke sejumlah negara di Asia dan Eropa. 

Baca juga: Jelang Imlek, Permintaan Kim Cua di Surabaya Meningkat, Banyak Dikirim ke Jakarta hingga Bali

"Khusus daging kualitas ekspor harga per kilogramnya mencapai Rp 400 ribu. Kalau daging reguler berkisar Rp 150 ribu," sebutnya. 

Bukan hanya pemilik, para pekerja pun diuntungkan dengan meningkatnya pesanan daging rajungan dan kepiting yang terbilang signifikan ini. 

Dalam sebulan, mereka bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 2 juta. 

"Penghasilan bergantung pada banyaknya pesanan. Seperti sekarang ini, kami mendapatkan penghasilan lebih besar," pungkas seorang pekerja pengupas rajungan dan kepiting, Anisa (45).

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved