Berita Malang

Mobil Sigra Ringsek Dijatuhi Pohon Setinggi 25 Meter di Malang, Korban: Untung Duduk di Kursi Kemudi

Akibat hujan deras dan angin kencang, sebuah pohon kapuk randu yang berada di pinggir Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang me

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Mobil Daihatsu Sigra nopol N-1833-AS yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (3/2/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Akibat hujan deras dan angin kencang, sebuah pohon kapuk randu yang berada di pinggir Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mendadak tumbang, Kamis (3/2/2022) siang.

Pohon setinggi sekitar 25 meter itu tumbang, lalu menimpa sebuah mobil Daihatsu Sigra nopol N-1833-AS yang sedang parkir.

Akibatnya, mobil berwarna silver itu mengalami ringsek di bagian belakang.

Seorang saksi mata, Sumiati (59) mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

"Awalnya hujan gerimis, lalu tiba-tiba hujannya berubah jadi lebat disertai angin kencang. Tak lama kemudian, pohon kapuk randu ini langsung ambruk dan menimpa mobil yang sedang parkir," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dirinya menjelaskan, mobil itu parkir karena sedang mengantarkan pasien berobat ke klinik mata SMEC Malang.

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Mobil hingga Rumah Dinas Bupati Lumajang Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

"Mobil itu parkir disitu, karena sedang mengantarkan pasien ke klinik mata SMEC Malang. Dan saat pohon itu tumbang, pengemudi masih berada di dalam mobil. Beruntungnya, pengemudi mobil itu selamat dan tidak mengalami luka-luka," terangnya.

Sementara itu, pemilik mobil yang tertimpa pohon tumbang, Muhammad (45), warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mengungkapkan secara detail kejadian tersebut.

"Sekitar pukul 14.00 WIB, saya bersama istri, anak, dan mertua tiba di SMEC Malang. Saya datang ke SMEC Malang, karena mengantarkan mertua untuk kontrol dan periksa mata. Karena parkiran penuh, saya pun parkir di dekat pohon randu itu," jelasnya.

Setelah itu, istri, anak dan mertuanya pun masuk ke dalam SMEC Malang. Sedangkan dirinya, menunggu di dalam mobil.

Baca juga: Ada Siswa yang Terpapar Covid-19, Satu Kelas di SMPN 10 Kota Malang Kembali Belajar Daring

"Saya menunggu di bagian kursi kemudi. Tiba-tiba hujan deras dan angin kencang, dan tak lama pohon itu langsung roboh dan menimpa bagian belakang mobil saya," ungkapnya.

Dirinya mengaku bersyukur, tidak mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

"Untungnya saya duduk di kursi kemudi. Andai saya duduk di kursi tengah atau belakang, sudah lain ceritanya," jujurnya.

Sementara itu dari pantauan TribunJatim.com, kemacetan panjang arus lalu lintas sempat terjadi akibat peristiwa itu.

Sekitar pukul 15.30 WIB, tim BPBD Kota Malang dan DLH Kota Malang langsung memotong dan mengevakuasi pohon tumbang tersebut. Dan tak lama kemudian, arus lalu lintas normal kembali.

Baca juga: Terungkap Hilangnya Uang Koperasi PN Kepanjen, Ternyata Ada Satpam yang Bingung Bayar Kontrakan

Sementara itu, Kepala BPBD Kota MalangAlie Mulyanto mengungkapkan, akibat angin kencang dan hujan deras, membuat 6 pohon di wilayah Kota Malang tumbang.

"Dari data sementara, pohon tumbang ada enam. Menyebar, kebanyakan di wilayah Blimbing, yaitu di Purwantoro, Pandanwangi, dan Arjosari. Selain itu, atap rumah warga juga ada yang terbang. Untuk pohon yang menimpa mobil, juga sudah kami evakuasi," bebernya.

Hingga saat ini, pihak BPBD Kota Malang masih terus melakukan asesment dan pendataan pasca hujan deras dan angin kencang.

"Kerugian masih kita asesment. Masyarakat kami imbau untuk waspada, khususnya saat melewati lokasi rentan pohon tumbang. Selain itu kami juga mengimbau kepada masyarakat, jangan berhenti di bawah pohon besar saat hujan deras dan angin kencang," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved