Berita Malang

Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Tetap Digelar, Meski Kasus Covid-19 Melonjak Tajam

Pembelajaran tatap muka di Kota Malang terus digelar meski kasus Covid-19 di Kota Malang mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/BOBBY KOLOWAY
Ilustrasi Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Malang terus digelar meski kasus Covid-19 di Kota Malang mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Pemerintah Kota Malang pun memiliki alasan tersendiri, meski sudah ada beberapa kasus Covid-19 yang menimpa para peserta didik.

Bahkan, klaster sekolah juga sempat terjadi di beberapa sekolah, seperti di MAN 2 Kota Malang dan SMAN 8 Kota Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa pihaknya akan tetap menerapkan sistem pembelajaran luring sesuai anjuran dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Soal Kesenjangan Harga Minyak Goreng, Pemkab Malang Bantah Ada Penimbunan: Semua Mengawasi

"Anjuran dari gubernur, sekolah tatap muka itu bukan karena level, tapi SKB 4 Menteri," ucap Sutiaji, Kamis (3/2/2022).

Dia menyampaikan, bahwa apabila ada kasus siswa yang terpapar Covid-19, maka penanganannya tidak harus dilakukan secara menyeluruh seperti meliburkan sekolah.

Tetapi hanya meliburkan per kelas, di siswa yang telah terpapar Covid-19 tersebut.

Baru kemudian, Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan penanganan dengan tracing dan testing kepada seluruh siswa dan guru yang ada di sekolah tersebut.

"Kalau ada yang terpapar di sekolah, maka kita tidak boleh generalisasi. Misalnya di kelas mana, kontak erat yang mana, sehingga proses pembelajaran bisa digelar di non kelas yang terpapar Covid-19," terangnya.

Sutiaji tidak ingin, ketika ada kasus siswa terpapar Covid-19 di satu sekolah, maka sekolah lain juga ikut diliburkan.

Dia juga mempertimbangkan laju pertumbuhan ekonomi di Kota Malang yang kini sudah mulai merangkak naik.

Maka dari itu, orang nomor satu di Kota Malang itu akan tetap merekomendasikan, pembelajaran tatap muka tetap digelar di Kota Malang meski kasus Covid-19 sedang tinggi.

"Ini tetap akan menjadi pertimbangan kami. Tapi tidak perlu ada kecemasan. Baik itu di perguruan tinggi. Meski kasusnya ini tanpa gejala. Kita harus tetap waspada," tandasnya.

Sebagai informasi, kasus aktif positif Covid-19 di Kota Malang kini mencapai 340 kasus per 2 Februari 2022 kemarin.

Kota Malang masuk ke dalam tiga daerah di Jawa Timur yang mengalami lonjakan Covid-19 selain Surabaya dengan 584 kasus dan Kabupaten Sidoarjo 291 kasus.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved