Berita Tuban

Sopir Truk Tunggu Kode dari Bos, 9 Ton Pupuk Bersubsidi Ilegal Asal Pamekasan Diamankan di Tuban

Sopir truk menunggu kode dari bos, 9 ton pupuk bersubsidi ilegal asal Pamekasan diamankan polisi di Tuban. Polisi telah menetapkan satu tersangka.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Petugas Satreskrim Polres Tuban mengamankan satu truk bermuatan 9 ton pupuk bersubsidi ilegal dari Pamekasan, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - 9 ton pupuk bersubsidi diamankan petugas Satreskrim Polres Tuban.

Mengangkut pupuk tanpa mengantongi dokumen resmi dari pemerintah merupakan tindakan ilegal.

Kasus tersebut bermula ketika anggota mendapatkan informasi dari masyarakat, adanya sebuah truk bernopol M-8285-UB membawa 9 ton pupuk bersubsidi urea jenis ZA (Ammonium Sulfat) masuk wilayah Tuban.

Anggota lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menghentikan truk tersebut, saat melintas di Jalan Raya Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Tuban, Senin (24/1/2022) pukul 23.00 WIB.

Kapolres Tuban, AKBP Darman mengatakan, polisi telah menetapkan satu tersangka, yakni Zairinuddin (43), warga Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Baca juga: Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani Tambak Dihapus, Ribuan Petambak di Lamongan Kembali Turun Jalan

Ia merupakan sopir truk pembawa pupuk yang akan distribusikan ke wilayah Tuban.

"Pengiriman pupuk bersubsidi tanpa izin dari wilayah Madura untuk dikirim Tuban, sopir yang kita amankan," ujar AKBP Darman saat ungkap kasus, Rabu (2/2/2022).

Perwira menengah itu menjelaskan, truk yang memuat pupuk tidak dilengkapi dokumen pengiriman pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Menurut keterangan sopir, ia sengaja berhenti di titik lokasi sambil menunggu instruksi atau kode dari bosnya yang di Pamekasan.

Nanti setelah mendapat kode, baru diketahui apakah pupuk diantar ke tujuan selanjutnya atau bagaimana. 

Sehingga polisi belum mengetahui ke mana dan kepada siapa pupuk tersebut akan dikirim.

"Masih kita selidiki lebih lanjut, untuk barang bukti yang diamankan 180 sak masing-masing berisi 50 kilogram pupuk jenis ZA," bebernya.

Didampingi Kasat Reskrim, AKP M Adhi Makayasa, AKBP Darman menyatakan, telah mengantongi identitas pemasok asal Madura untuk dimintai keterangan, namun tidak datang alias mangkir.

"Untuk pemanggilan pertama pemasok belum bisa hadir, kita jadwalkan ulang. Sopir terancam hukuman pidana 2 tahun penjara, namun tidak ditahan hanya wajib lapor," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved