Berita Mojokerto

Bongkar 7 Kasus Narkoba dalam Sebulan, Polresta Mojokerto Sebut Ada Indikasi Dikendalikan dari Lapas

Satresnarkoba Polresta Mojokerto mengungkap tujuh kasus peredaran narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan berbahaya selama Januari 2022.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mohammad Romadoni
Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan menunjukkan barang bukti narkoba hasil ungkap kasus, pada Januari 2022. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Satresnarkoba Polresta Mojokerto mengungkap tujuh kasus peredaran narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan berbahaya selama Januari 2022.

Tujuh tersangka diamankan beserta barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 16,13 gram, ganja kering 16,1 gram dan pil koplo 5.500 butir.

Seluruh barang bukti itu disita dari penangkapan tujuh tersangka di antaranya tersangka HE alias Oong (47) warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan diamankan sabu-sabu 13,05 gram sabu-sabu.

Tersangka ATG (36) warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon barang bukti sebanyak 1,2 gram sabu-sabu dan 4.500 butir pil koplo.

Tersangka FH alias Derdek (38) warga Dusun Losari, Kecamatan Gedeg disita 1,54 gram sabu-sabu.

Tersangka S alias Yanto (51) dan S (50) alias Cakto keduanya warga Kecamatan Prajuritkulon disita 0,18 gram dan sabu-sabu 0,16 gram dan 1.000 butir pil Double L.

Baca juga: Mojokerto Gempar, Pemilik Kedai Bakso Ditemukan Tewas di Hotel Slamet Kota Mojokerto

Tersangka DAP (40) warga Kecamatan Jetis dan AP (42) warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari yang masing-masing diamankan barang bukti 13,38 gram dan 2,72 gram ganja kering.

"Tujuh tersangka diamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 16,13 gram, ganja 16,1 gram dan pil double L 5.500 butir," ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan, Sabtu (5/2/2022).

Rofiq mengatakan hasil penyidikan tujuh tersangka ini diperoleh bukti petunjuk bahwa maraknya peredaran sabu-sabu di Kota/ Kabupaten Mojokerto wilayah hukum Polresta Mojokerto tersebut diduga melibatkan sindikat jaringan Lapas di Jawa Timur. Pengedar narkoba menggunakan perantara sistem terputus yang diduga dikendalikan dari Lapas.

"Indikasi kuat masih beberapa jaringan dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kita masih mengembangkan itu dan tidak segan melakukan tindakan tegas terhadap pengedar narkoba," tegasnya.

Baca juga: Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Kalianyar Jetis Mojokerto, Korban Sempat Berteriak

Menurut dia, pengakuan tersangka HE alias Oong sasaran peredaran narkoba adalah sopir truk dan masyarakat di wilayah Mojokerto. Tersangka menjual satu poket sabu-sabu berharga Rp.300 ribu hingga Rp.350 ribu.

"Dalam sehari tersangka ini transaksi narkoba paling sedikit lima kali sasarannya sopir truk," jelasnya.

Tujuh tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 112 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 196 dan atau Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Semuanya memiliki ancaman pidana minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara dan dalam hal kondisi tertentu bisa berubah sampai dengan pidana 20 tahun penjara atau seumur hidup,” ucap Rofiq. 

Baca juga: Tunjukkan Gelagat Aneh, Pria di Bangkalan Ternyata Usai COD Sabu, Tak Berkutik Dibekuk Polisi

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved