Berita Jember

Marak Kekerasan di Sekolah Jember, Dinas Pendidikan Segera Bentuk Tim Pencegahan dan Penanganan

Marak terjadi kekerasan di sekolah di Jember, Dinas Pendidikan segera membentuk tim pencegahan dan penanganan tindak kekerasan dan narkoba di sekolah.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember, Sukowinarno mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember segera membentuk tim pencegahan dan penanganan tindak kekerasan dan narkoba di sekolah, Sabtu (2/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Sebagai tindak lanjut laporan terkait tindak kekerasan di sekolah di Jember, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember segera membentuk tim pencegahan dan penanganan tindak kekerasan dan narkoba di sekolah.

"Jadi memang berangkat dari sejumlah kasus, terutama kasus yang terakhir di Jombang, Jember, kemarin. Kami menindaklanjutinya dengan merapatkan barisan para kepala sekolah. Hasilnya, sekolah nanti akan membentuk tim pencegahan dan penanganan untuk kasus tindak kekerasan, dan juga narkoba," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Sukowinarno kepada Tribun Jatim Network, Sabtu (2/4/2022).

Selama tiga bulan terakhir, dunia pendidikan di Kabupaten Jember dihebohkan dengan sejumlah tindak kekerasan dan peredaran obat keras berbahaya di lingkungan sekolah. Dari catatan Tribun Jatim Network, pada bulan Januari ditemukan peredaran obat keras berbahaya di sebuah SMP negeri di Kecamatan Patrang.

Kemudian pada Februari, ada tindak kekerasan dan perundungan di sebuah SMP swasta di Kecamatan Umbulsari. Pelaku perundungan dan kekerasan adalah teman sekelasnya.

Kemudian pada pertengahan Maret, terjadi penusukan terhadap pelajar SMP negeri di Kecamatan Bangsalsari yang terjadi di lingkungan sekolah. Penusuk pelajar juga teman sekolahnya.

Terakhir terjadi akhir Maret di Kecamatan Jombang, Jember. Seorang pelajar sebuah SMP negeri di Kecamatan Jombang dianiaya dan dirundung oleh lima orang temannya. Peristiwa itu terjadi di belakang sekolah mereka.

Semua kasus ditangani polisi. Kasus yang pelakunya masih anak, seperti yang terjadi di Kecamatan Jombang, kini masih dalam mediasi. Mediasi difasilitasi oleh polisi, dan Bapas dengan melibatkan pelaku, korban, dan keluarga kedua belah pihak.

Dari sejumlah rentetan peristiwa itulah, akhirnya Dinas Pendidikan bersama sekolah membuat langkah tegas.

"Semua sekolah, mulai dari tingkat TK, sampai SMP harus membentuk tim. Tim ini nantinya berfungsi melakukan pencegahan. Juga sampai penindakan. Tim ini melibatkan stakeholder terkait seperti kepolisian, juga BNN," tegasnya.

Sukowinarno menambahkan, tim itu nanti juga fokus kepada pencegahan peredaran narkoba di kalangan pelajar. Sebab, kata Suko, dalam peristiwa kekerasan di Kecamatan Jombang itu juga dipicu oleh minuman keras.

"Diindikasikan, pelajar yang menganiaya itu minum (miras) oplosan. Sehingga ini juga menjadi konsen kami," tegasnya.

Selain tim di sekolah, tim itu juga dibentuk di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Seperti diberitakan, pada 30 Maret 2022, beredar video tindak penganiayaan kepada seorang pelajar sebuah SMP negeri di Kecamatan Jombang. Pelakunya adalah temannya satu sekolah. Pelajar laki-laki itu ditendang, dan dipukul. Video itu menjadi viral, hingga akhirnya polisi turun tangan.

Saat ini penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga menempuh mediasi sebagai langkah restorative justice, karena pelakunya merupakan anak. Jika langkah mediasi tidak berhasil, maka kasusnya berlanjut ke peradilan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved