Berita Bojonegoro

Ada Sosok Wanita Muda di Balik Investasi Bodong di Bojonegoro, Sempat Kabur dan Ditangkap di Sleman

Polisi menangkap seorang pelaku investasi bodong dan arisan online di wilayah Bojonegoro.  Pelaku diketahui bernama Ega Ayu Nawang Aulia (22), asal Ka

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mochamad Sudarsono
Para korban melaporkan kasus investasi bodong di Mapolres Bojonegoro 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Polisi menangkap seorang pelaku investasi bodong dan arisan online di wilayah Bojonegoro

Pelaku diketahui bernama Ega Ayu Nawang Aulia (22), asal Kabupaten Tuban, yang dilaporkan oleh para korban di Mapolres Bojonegoro, pekan lalu. 

Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardhana saat dikonfirmasi penangkapan wanita muda itu membenarkan. 

"Benar sudah diamankan, ditangkap di Sleman DIY," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/4/2022). 

Meski demikian, perwira pertama itu belum membeberkan detail terkait kasus tersebut. 

Pihaknya berencana akan menggelar ungkap kasus pada Kamis mendatang. 

Baca juga: Sosok Hendry Susanto, Tersangka Investasi Bodong Robot Trading Fahreinheit, Bawa Kabur Uang Rp 5 T

"Akan kita rilis untuk lebih jelasnya," ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Kediri Kota. 

Berdasarkan informasi, pelaku kabur hampir 10 hari dan akhirnya ditangkap di daerah Sleman Yogyakarta oleh timsus satreskrim Polres Bojonegoro pada Minggu (3/4/2022), malam

Sebelumnya diberitakan, puluhan orang yang mengaku sebagai korban investasi bodong melapor ke Mapolres Bojonegoro

Mereka mengadukan seorang yang diduga menjadi inisiator dalam kasus investasi bodong dan arisan online.

Baca juga: Nikmatnya Bubur Mudhor Buat Masyarakat Tuban Rela Antre, Banyak yang Pulang dengan Tangan Kosong

Berdasarkan data yang dihimpun dari para korban, ada ratusan orang yang terjerat dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. 

Salah satu korban, Devi mengatakan, melakukan pengaduan dengan membawa beberapa alat bukti.

Di antaranya bukti transfer bank dan transkip percakapan via WhatsApp group.

"Dari data list korban ada sekitar 200 orang, modus investasi bodong dan arisan online. Kerugian sekitar Rp 5 miliar," ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/3/2022)

Baca juga: Nasib Wanita Muda asal Malang Jadi Korban Investasi Bodong di Lamongan, Uang Biaya Persalinan Amblas

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved