Berita Gresik
Redam Kegaduhan, Pemdes Karangandong Gresik Tarik Surat Permintaan Parsel Lebaran ke Perusahaan
Untuk meredam kegaduhan yang terjadi di masyarakat, Pemdes Karangandong Gresik menarik surat permintaan parsel Lebaran ke perusahaan.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Gresik, menarik surat edaran meminta bingkisan Lebaran kepada perusahaan.
Hal itu dilakukan untuk meredam kegaduhan yang terjadi di masyarakat.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR), Aris Gunawan mengaku sudah menerima surat pernyataan dari perusahaan tersebut. Bahwa surat permintaan bingkisan Lebaran telah ditarik, dan pihak desa tidak menerima bingkisan apapun.
Surat pernyataan dari perusahaan langsung ditandatangani oleh HRD perusahaan.
"Pihak desa konfirmasi kalau surat permintaannya sudah ditarik," ujarnya, Jumat (22/4/2022).
Dengan adanya surat pernyataan tersebut, permasalahan permintaan parsel Lebaran sudah selesai. Pihak perusahaan dan Pemdes Karangandong sudah bertemu.
"Pihak desa tidak menerima apapun dari perusahaan. Pihak perusahaan juga tidak memberikan apapun ke Pemdes Karangandong," tutupnya.
Sebelumnya, surat nomor 145/78/437.108.12/2022 pada 7 April 2022 yang diposting Facebook Gresik Sumpek viral di mesia sosial. Surat tersebut berisi permintaan parsel Lebaran oleh Pemdes Karangandong.
Dalam surat tersebut tertulis untuk menjalin hubungan kerja sama yang baik dan harmonis antara pengusaha yang ada di dalam Desa Karangandong, memohon perusahaan memberikan bantuan bingkisan Lebaran 15.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Kumpulan berita seputar Gresik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pemerintah-Desa-Karangandong-Driyorejo-Gresik-menarik-surat-edaran-bingkisan-Lebaran.jpg)