Berita Madura

Bukan Panik PMK, Peternak Sapi di Bangkalan Khawatir Tak Bisa Jual Sapi di Masa Idul Kurban

Perwakilan peternak dan pedagang hewan ternak sapi-kambing se Kabupaten Bangkalan hadiri rapat bersama Komisi B DPRD Bangkalan di Ruang Banggar, Selas

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD FAISOL
Petugas gabungan Balai Karantina, TNI/Polri mendapati pikap bermuatan 20 ekor kambing dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggunakan ‘jalur tikus’ akses Jembatan Suramadu menuju Kecamatan Kwanyar, Kamis (12/5/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Perwakilan peternak dan pedagang hewan ternak sapi-kambing se Kabupaten Bangkalan hadiri rapat bersama Komisi B DPRD Bangkalan di Ruang Banggar, Selasa (17/5/2022).

Di sana mereka mendengar langsung hasil uji laboratorium terhadap sampel darah sapi-sapi di kandang Balai Karantina, Kecamatan Tanjung Bumi.

Perwakilan peternak dan pedagang sapi-kambing dihadirkan untuk menyampaikan keluh kesahnya atas kebijakan pengetatan untuk pengiriman sapi-kambing ke luar Bangkalan melalui Pelabuhan Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

“Bagi kami yang menjadi kepanikan itu bukan virus PMK tetapi karena khawatir tidak bisa jual hewan yang kami punya. Bagi kami yang ditunggu-tunggu adalah momen lebaran Idul Kurban. Diibaratkan petani, panen raya di (Idul Qurban) situ,” ungkap peternak sapi asal Kecamatan Tanah Merah, Abd Rohim Muhaimin kepada Surya.

Sejak 6 Mei 2022, terdapat sedikit 141 ekor sapi gagal berangkat dan ditempatkan sementara di kandang UPT Balai Karantina Kabupaten Bangkalan.

Upaya itu dilakukan pihak balai karantina setelah mengambil sampel darah sapi untuk dikirim ke Laboratorium Balai Besar Veteriner, Yogyakarta.

Baca juga: Dampak Wabah PMK, Pasar di Lumajang Ramai Pedangan Sapi Tapi Sepi Pembeli, Pengawas: Mungkin Takut

Akibatnya, arus distribusi hewan ternak, khususnya sapi dan kambing Bangkalan dan Madura melalui Pelabuhan Kelas III tujuan Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi itu hingga saat ini macet hingga hasil uji sampel darah sapi Bangkalan diketahui.

Abd Rohim mengeluhkan, kebijakan pengetatan arus pengiriman sapi ke luar Madura sejauh ini telah berdampak secara ekonomi bagi para peternak dan pedagang sapi. Harga penjualan setiap sapi merugi hingga Rp 2 juta.

Biasanya menjelang momen lebaran Idul Kurban seperti sekarang ini, lanjutnya, sudah banyak pembeli dari Kalimantan, Surabaya, dan Sidoarjo mulai memesan hewan kurban seperti sapi maupun kambing.

“Harga sapi turun ketika tidak ada pembeli dari luar. Lebaran Idul Kurban adalah masa panen raya bagi kami. Apabila tidak ada solusi akan memberatkan bagi para peternak dan pedagang,” keluhnya di hadapan para pemangku kebijakan.

Selain Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, rapat bersama yang dipimpin Wakil Ketua DPRD H Fatkhurrahman itu juga dihadiri Kepala UPT Balai Karantina Bangkalan, Agus Mugiyanto, Kepala Satpol PP, Rudiyanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Agus Sugianto Zain, Polres Bangkalan, hingga Wakil Bupati Drs Mohni, MM.

Baca juga: Nekat Masuk ke Ponorogo saat Marak Kasus PMK, Kendaraan Muatan Hewan Ternak Diputar Balik

Ia memaparkan, penyakit yang menyerupai PMK pada sapi dinilai para peternak dan pedagang sapi di Kabupaten Bangkalan dan Madura sudah biasa karena merupakan penyakit lama. Namun sekarang ini menjadi viral, pengiriman ke luar Madura diperketat, hingga menimbulkan kepanikan yang berdampak secara ekonomi.

“Kondisi ini memukul secara ekonomi bagi para peternak dan pedagang sapi. Kami sebagai peternak sebetulnya sudah terbiasa dengan masalah penyakit. Bagi kami terpenting ada jaminan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan seperti yang disampaikan dalam forum ini,” pungkasnya.

Apa yang menjadi keluh kesah sejumlah perwakilan peternak dan pedagang sapi itu dirasakan betul Wakil Ketua DPRD H Fatkhurrahman. Sebagai legislator asal pelosok desa, ia memahami kegelisahan tersebut karena hampir setiap rumah di desa-desa Kabupaten Bangkalan memelihara hewan ternak sapi ataupun kambing.

Baca juga: Pengiriman Sapi ke Madura Ditutup, Kendaraan Muatan Hewan Ternak Kedapatan Lewat Jalur Tikus

“Tujuan rapat ini digelar karena dampaknya sangat besar bagi perekonomian masyarakat di desa. Mau ke Malaysia jual sapi, sekolah kan anak jual sapi. Apalagi menjelang momen lebaran Idul Qurban, daerah lain seperti Kalimantan, Pontianak, Pangkal Pinang mengharapkan sapi-sapi dari Madura,” singkatnya.  

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved