Berita Kota Malang

Asyik Nongkrong di Kayutangan Heritage, Warga Malang Dituduh Aniaya Adik, Ponsel Raib

Asyik nongkrong di kawasan Kayutangan Heritage bersama teman-temannya, warga Malang tiba-tiba dituduh aniaya adik orang tak dikenal, ponsel raib.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Humas Pemkot Malang
Ilustrasi Kayutangan Heritage Kota Malang - Asyik nongkrong di kawasan Kayutangan Heritage bersama teman-temannya, warga Malang tiba-tiba dituduh aniaya adik orang tak dikenal, ponsel raib. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Asyik nongkrong bersama teman-temannya di kawasan Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat Malang, Minggu (15/5/2022), DS (40), warga Kelurahan Tunjungsekar Kecamatan Blimbing, Malang, tiba-tiba didatangi orang tak dikenal.

Orang tak dikenal tersebut mengatakan jika DS telah menganiaya adiknya, dan meminta pertanggungjawaban.

Berdasarkan penuturan saksi mata yang juga warga sekitar, Abdul (56), peristiwa tersebut bukan kali pertama terjadi. Tidak hanya dialami DS.

"Saat itu informasinya sekitar pukul 02.00 WIB, ada beberapa orang yang sedang nongkrong di koridor kawasan Kayutangan Heritage. Kemudian, ada dua orang yang datang ke mereka, dan salah satunya dituduh telah memukuki adiknya dan pelaku ini minta korban tanggung jawab," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (18/5/2022).

Setelah itu, sekitar pukul 02.30 WIB, perbincangan berakhir dengan DS yang diketahui menuruti perkataan pelaku untuk bertemu dengan adiknya.

Akan tetapi, sebelumnya ia diminta untuk memberikan handphone miliknya ke salah satu temannya.

"Kemudian, korban ini dibawa ke daerah Stasiun Malang Kota. Saat di sana, korban diturunkan dan pelaku berkata akan membawa adiknya untuk dilihatkan kepada korban," jelasnya.

Setelah korban turun, pelaku telah bersiasat untuk merampas ponsel milik korban yang dititipkan ke rekannya sebelum pergi dengan pelaku.

"Saat tiba di lokasi awal bertemu, ponsel tersebut diminta pelaku. Bilangnya akan ditunjukkan ke adiknya dan ke korban yang sudah berangkat terlebih dahulu," terangnya.

Gelagat pelaku memang diketahui cukup meyakinkan calon korbannya. Sehingga pembicaraan tidak terjadi lama, dan ponsel tersebut langsung berpindah tangan ke pelaku.

"Karena menunggu lama, dan posisi tidak membawa alat komunikasi. Korban ini kembali ke tempat teman-temannya. Saat di sana, korban kemudian bercerita. Dan mereka menyadari bahwa telah ditipu oleh orang tersebut," ungkapnya.

Dari informasi yang didapatkan, pelaku telah mengambil ponsel milik korban dengan merek Vivo Y93. Atas kejadian itu, korban merugi hingga Rp 3 juta.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Apabila bersama teman, tetap saling menjaga agar tidak sampai bergerak sendirian. Kemudian jangan mudah percaya, serta hindari tempat-tempat dengan pencahayaan kurang. Agar selalu waspada dan jauh dari kesempatan tindak pidana. Saat ini laporan tersebut kami serahkan ke Satreskrim Polresta Malang Kota untuk ditindaklanjuti," pungkas Ipda Eko Novianto.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kota Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved